IKG Turun ke 0,402, BPS Sebut Ketimpangan Gender Membaik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 16:32
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. ANTARA/Bayu Saputra. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. ANTARA/Bayu Saputra. (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Badan Pusat Statistik melaporkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia pada tahun 2025 berada di angka 0,402.

Angka ini menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,421, atau turun 0,019 poin.

Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa kesenjangan antara laki-laki dan perempuan mulai mengecil, meskipun belum sepenuhnya hilang.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa tren perbaikan ini telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Dirut KAI Buka Suara Soal Pemindahan Gerbong Wanita, Tegaskan Keselamatan untuk Semua Gender

“Selama lima tahun terakhir, nilai IKG Indonesia menunjukkan tren yang menurun. Penurunan ini mengindikasikan adanya perbaikan dalam ketimpangan secara agregat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 6 Mei 2026.

Sebagai indikator, IKG mengukur ketimpangan gender melalui tiga dimensi utama, yaitu kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi dalam pasar tenaga kerja.

Nilai yang semakin kecil menunjukkan kondisi kesetaraan yang semakin baik.

Sejumlah indikator pendukung juga mengalami perkembangan positif, seperti penurunan angka persalinan di luar fasilitas kesehatan dari 0,094 pada 2024 menjadi 0,077 pada 2025.

Selain itu, kesenjangan representasi laki-laki dan perempuan di lembaga legislatif juga menyempit, dari 57,82 persen pada 2020 menjadi 55,44 persen pada 2025.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan yang bersumber dari Sakernas Agustus meningkat dari 56,42 persen pada 2024 menjadi 56,63 persen pada 2025.

Namun demikian, BPS menyoroti masih adanya ketimpangan yang cukup besar antarwilayah.

Baca Juga: Laporan BPS, Konsumsi Rumah Tangga Tetap Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1-2026

Sebanyak 21 provinsi memiliki nilai IKG di atas rata-rata nasional, yang menandakan kesetaraan gender di daerah tersebut masih perlu ditingkatkan.

Wilayah Indonesia bagian timur tercatat memiliki tingkat ketimpangan yang relatif lebih tinggi.

Provinsi Papua Pegunungan menjadi daerah dengan nilai IKG tertinggi, yakni 0,584.

Sebaliknya, DKI Jakarta mencatat nilai terendah sebesar 0,144, yang menunjukkan capaian kesetaraan gender yang lebih baik dibandingkan daerah lainnya.

(Sumber: Antara)

x|close