Versi Berbeda AS dan Iran soal Insiden Penembakan Kapal Sipil di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 19:02
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/aa. Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Insiden penembakan terhadap kapal sipil di perairan dekat Selat Hormuz memicu perbedaan klaim antara Amerika Serikat dan Iran. Kantor berita Tasnim News Agency melaporkan pasukan AS melepaskan tembakan ke dua kapal sipil yang mengangkut barang dari Khasab, Oman menuju Iran, yang mengakibatkan lima orang tewas.

Di sisi lain, United States Central Command menyatakan bahwa pihaknya merespons serangan dari Iran terhadap kapal perang AS dan kapal komersial, dengan menghancurkan kapal-kapal kecil yang disebut milik Iran. Namun, klaim tersebut dibantah oleh stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting, yang mengutip sumber militer senior bahwa pernyataan Amerika tidak benar.

Baca Juga: Donald Trump Siapkan Blokade Tambahan terhadap Iran, Tekanan Ekonomi Diperketat

Laporan tersebut juga menyebut bahwa Amerika menggambarkan insiden itu sebagai operasi militer yang berhasil terhadap kapal bersenjata Iran. Sementara itu, situasi di kawasan semakin memanas sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi bertajuk Project Freedom pada Minggu, 3 Mei 2026, yang bertujuan membantu kapal-kapal keluar dari kawasan Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, dikutip Selasa, 5 Mei 2026, operasi tersebut melibatkan kekuatan militer besar, termasuk kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta sekitar 15.000 personel militer. Operasi ini resmi dimulai pada Senin pagi.

Di sisi lain, IRIB melaporkan bahwa militer Iran sempat mencegah kapal Amerika melintas di Selat Hormuz dengan menyerang kapal perang menggunakan dua rudal. Namun, pernyataan ini kembali dibantah oleh pihak CENTCOM.

Baca Juga: Kapal Fregat AS Diserang Rudal di Selat Hormuz

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump mengancam akan memberikan konsekuensi keras terhadap Iran jika Teheran mencoba menyerang kapal-kapal Amerika di kawasan strategis tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close