Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 2.702 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 11:55
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada Sabtu 2 Mei 2026. /ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri. Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada Sabtu 2 Mei 2026. /ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di wilayahnya terus meningkat.

Hingga periode Selasa, 5 Mei 2026, tercatat sebanyak 2.702 orang meninggal dunia dan 8.311 lainnya mengalami luka-luka sejak awal eskalasi pada 2 Maret 2026.

"Data akhir akibat agresi Israel dari 2 Maret hingga 5 Mei: 2.702 tewas dan 8.311 terluka," kata Kementerian Kesehatan Lebanon dalam pernyataan resminya, Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam laporan terbaru, disebutkan bahwa enam orang kembali dilaporkan tewas pada hari yang sama.

Baca Juga: Macron Tuduh Hizbullah di Balik Tewasnya 2 Tentara Prancis dalam Serangan di Lebanon

Serangan udara oleh militer Israel menyasar sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk daerah pinggiran Tyre.

Di sisi lain, kelompok Hizbullah mengklaim telah melancarkan 12 operasi tempur terhadap pasukan Israel sebagai bentuk balasan atas serangan yang terjadi.

Sebelumnya, pada Rabu, 16 April 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari, yang kemudian diperpanjang hingga tiga pekan.

Baca Juga: UEA Resmi Larang Warganya Bepergian ke Iran, Lebanon, dan Irak

Namun demikian, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan, serangan udara dan artileri oleh Israel dilaporkan masih berlangsung hampir setiap hari di wilayah Lebanon selatan.

Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Hizbullah melalui aksi militer di kawasan perbatasan.

(Sumber: Antara)

x|close