Kemendikdasmen Salurkan Rp2,6 Triliun untuk Sekolah, Fokus Revitalisasi dan Akses Digital

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 15:37
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam jumpa pers Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026. (ANTARA/Fathur Rochman) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam jumpa pers Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026. (ANTARA/Fathur Rochman) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa realisasi anggaran program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan pada tahun anggaran 2026 telah mencapai Rp2,6 triliun.

Menurut Mu’ti, pemerintah telah mengalokasikan total anggaran revitalisasi sebesar Rp14 triliun untuk tahun 2026.

Program ini ditujukan bagi 11.744 satuan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, Kementerian telah menuntaskan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan, dengan bantuan yang sudah tersalurkan ke 3.408 sekolah.

"Total dana yang sudah kami salurkan untuk tahun 2026 adalah Rp2,6 triliun," ujar Mu'ti dalam jumpa pers Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu 06 Mei 2026.

Baca Juga: Mendikdasmen Dorong Murid Jalan Kaki dan Bersepeda untuk Hemat Energi

Program revitalisasi tersebut difokuskan pada wilayah yang membutuhkan peningkatan fasilitas pendidikan, seperti Sulawesi Utara, Madura, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah masuk dalam skema bantuan pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong percepatan digitalisasi pendidikan. Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan berbagai perangkat pembelajaran digital, seperti papan interaktif, laptop, serta diska lepas eksternal ke ratusan ribu sekolah.

Program digitalisasi ini telah menjangkau 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah juga memastikan tersedianya infrastruktur pendukung agar perangkat tersebut dapat digunakan secara optimal.

Sebanyak 8.152 satuan pendidikan yang sebelumnya belum memiliki akses internet kini telah mendapatkan layanan konektivitas. Upaya ini termasuk pemanfaatan teknologi satelit Starlink untuk menjangkau wilayah terpencil.

Baca Juga: Kemendikdasmen: Hasil TKA SD-SMP Diumumkan 26 Mei, Sekolah Diminta Verifikasi Data Siswa

"Bagaimana kalau daerah tidak ada internet? Nah, solusinya kita bantu dengan penyaluran saluran internet itu, dengan Starlink itu kita bangun untuk 8.152 sekolah," kata Mu'ti menjelaskan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menangani kendala keterbatasan listrik di daerah tertinggal.

Kemendikdasmen bekerja sama dengan PT PLN untuk menyediakan akses listrik bagi 2.389 satuan pendidikan yang sebelumnya belum teraliri listrik.

Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi dan digitalisasi ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan tertinggal.

(Sumber: Antara)

 

x|close