Ntvnews.id, Jakarta - Dugaan pelecehan seksual oleh seorang dosen di UIN Walisongo Semarang menjadi sorotan setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus tersebut mencuat usai sejumlah aduan mahasiswa diunggah melalui akun Instagram @pesan_uinws. Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa korban diduga lebih dari satu mahasiswi.
Akun tersebut mengunggah keluhan mahasiswa terkait perilaku seorang dosen yang dinilai meresahkan mahasiswi di lingkungan kampus.
"Ki bapak bergitar kok suwi suwi meresahkan to, tulung ditindaklanjut bolo. Sudah banyak korban yang speak up melalui dm mimin," tulis akun @pesan_uinws, dilihat detikJateng Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: KPK Masih Verifikasi Harta Kekayaan Presiden Prabowo dan 38 Anggota Kabinet Merah Putih
Unggahan itu turut memperlihatkan tangkapan layar percakapan yang diduga dilakukan pelaku kepada sejumlah mahasiswi melalui WhatsApp. Dalam pesan tersebut, dosen itu disebut meminta foto vulgar hingga melontarkan pertanyaan bernada tidak senonoh kepada korban.
Seorang mahasiswa anonim yang pesannya turut dimuat dalam unggahan tersebut meminta agar tindakan dosen itu segera dihentikan karena dinilai telah merusak mahasiswi.
"Pak, Bpknya tolong berhenti "memplorotkan" masa depan bunga2 suci di taman F***. Tolonglah bpk jangan merusak mahasiswi baik2, tolonglah bpk jangan mengajari mereka hal2 jelek," tulisnya.
Mahasiswa anonim itu juga menyoroti waktu dosen tersebut menghubungi mahasiswi, termasuk pada dini hari, untuk meminta foto tidak pantas.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pemilik Ponpes di Pati, Diduga Cabuli Santri sejak 2020
"Pukul 03.00 dini hari waktunya bpk tidur bukan waktu bpk meminta foto sexy "memplorotkan" kesucian hati anak2 kemarin sore yang takut tatkala menolak permintaan anda," lanjutnya.
Menanggapi kasus yang viral tersebut, pihak kampus menyatakan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo saat ini tengah membentuk tim investigasi guna menelusuri dugaan pelecehan seksual tersebut.
Meski demikian, kampus belum mengungkap identitas dosen yang dilaporkan maupun fakultas tempat yang bersangkutan mengajar. Pihak kampus juga belum memastikan status dosen tersebut apakah masih aktif mengajar atau tidak, karena kasus disebut masih dalam tahap penyelidikan.
Ilustrasi Kekerasan Anak (Instagram)