Thailand dan Kamboja Mulai Pulihkan Hubungan Pasca Konflik Perbatasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 14:33
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar PM Kamboja Hun Manet (kiri) dan PM Thailand Anutin Charnvirakul (kanan) berjabat tangan, dengan ditemani Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. usai pertemuan trilateral di sela-sela KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026), sebagaimana disiarkan televisi kepresidenan Filipina RTVMalacanang. (ANTARA/Nabil Ihsan) Tangkapan layar PM Kamboja Hun Manet (kiri) dan PM Thailand Anutin Charnvirakul (kanan) berjabat tangan, dengan ditemani Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. usai pertemuan trilateral di sela-sela KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026), sebagaimana disiarkan televisi kepresidenan Filipina RTVMalacanang. (ANTARA/Nabil Ihsan) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Anutin Charnvirakul dan Hun Manet sepakat mengambil langkah untuk memulihkan hubungan bilateral secara bertahap dalam pertemuan trilateral bersama Ferdinand Romualdez Marcos Jr. di sela pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Thailand pada Kamis, 7 Mei 2026, kedua pemimpin sepakat menugaskan menteri luar negeri masing-masing negara untuk menyusun langkah-langkah pembangunan kepercayaan.

“Perdana Menteri Thailand dan Kamboja sepakat untuk menugaskan Menteri Luar Negeri mereka bekerja sama menyusun langkah-langkah untuk membangun kepercayaan dan keyakinan serta secara bertahap memulihkan hubungan bilateral,” demikian isi pernyataan tersebut.

Baca Juga: Disambut Tarian dan Pasukan Jajar Kehormatan, Prabowo Tiba di Filipina untuk Hadiri KTT ASEAN

Pemerintah Thailand juga menyampaikan apresiasi kepada Philippines selaku ketua ASEAN 2026 yang memfasilitasi pertemuan tersebut. Bangkok menilai dukungan Manila penting dalam mendorong dialog antara Thailand dan Kamboja di tengah upaya menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Dalam pertemuan itu, para pihak turut menyambut komitmen bersama Thailand dan Kamboja untuk memperkuat implementasi gencatan senjata serta mengedepankan dialog konstruktif dan penyelesaian damai berdasarkan prinsip hubungan bertetangga yang baik.

Baca Juga: Sultan Brunei Terbangkan Sendiri Boeing 747 ke Cebu untuk Hadiri KTT ASEAN 2026

Hubungan kedua negara sebelumnya memanas akibat sengketa wilayah yang meningkat sepanjang 2025. Ketegangan tersebut bahkan memicu dua bentrokan bersenjata di kawasan perbatasan yang melibatkan penggunaan senjata berat, artileri, roket, hingga pesawat militer sebelum akhirnya kedua negara menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 27 Desember 2025.

(Sumber: Antara)

x|close