Ntvnews.id, Kolombo - Mantan CEO SriLankan Airlines Kapila Chandrasena, ditemukan tewas di kediamannya di Kolombo, Sri Lanka pada Jumat, 8 Mei 2026 pagi. Kabar tersebut mengejutkan publik karena Chandrasena tengah menghadapi kasus dugaan suap terkait pengadaan pesawat Airbus untuk maskapai nasional Sri Lanka tersebut.
Pihak kepolisian Sri Lanka mengonfirmasi penemuan jasad Kapila Chandrasena di tengah proses hukum yang masih berjalan terhadap dirinya.
Sebelumnya, Komisi Penyelidikan Dugaan Suap atau Korupsi Sri Lanka telah menangkap Chandrasena atas dugaan penerimaan suap sebesar 2 juta dolar AS dalam proyek pembelian pesawat Airbus untuk SriLankan Airlines.
Kasus tersebut menjadi salah satu skandal korupsi besar yang menyeret nama sejumlah pejabat dan tokoh politik di Sri Lanka.
Dalam proses pemeriksaan, Kapila Chandrasena diketahui pernah memberikan keterangan mengenai aliran dana yang diduga berasal dari praktik suap tersebut.
Ilustrasi mayat. (Antara)
Baca Juga: Pemotor Tewas Terlindas Truk di Marunda
Ia disebut mengungkap bagaimana uang itu didistribusikan kepada beberapa tokoh politik penting, termasuk mantan Presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa.
Setelah sempat ditahan, Chandrasena kemudian dibebaskan dengan status jaminan sambil menunggu proses hukum lanjutan.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Pengadilan Magistrat Utama Colombo pada Kamis, 7 Mei 2026 diketahui telah mengeluarkan surat perintah penangkapan baru terhadap Chandrasena.
Langkah tersebut diambil setelah Komisi Penyelidikan Dugaan Suap atau Korupsi melaporkan adanya dugaan pelanggaran syarat jaminan.
Menurut komisi, dua orang yang diajukan sebagai penjamin Chandrasena diduga merupakan pihak bayaran sehingga dianggap melanggar ketentuan hukum dan menyalahgunakan kepercayaan pengadilan.
(Sumber: Antara)
ilustrasi jenazah (dok)