Israel Diduga Bangun Pangkalan Rahasia di Irak untuk Serang Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mei 2026, 19:40
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Israel diduga membangun pangkalan militer rahasia di wilayah gurun Irak sebagai pusat operasi untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran. (Foto: Reuters) Israel diduga membangun pangkalan militer rahasia di wilayah gurun Irak sebagai pusat operasi untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran. (Foto: Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Israel diduga membangun pangkalan militer rahasia di wilayah gurun Irak sebagai pusat operasi untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran

Klaim tersebut diungkap Wall Street Journal (WSJ) dengan mengutip sejumlah sumber, termasuk pejabat Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan itu, seperti dilansir dari Sputnik, Minggu (10/5/2026), fasilitas rahasia tersebut digunakan untuk menempatkan pasukan khusus sekaligus menjadi pusat logistik bagi Angkatan Udara Israel. 

Pangkalan itu disebut dibangun tidak lama sebelum pecahnya operasi militer terhadap Iran.

Sumber WSJ menyebutkan, tim pencarian dan penyelamatan juga ditempatkan di lokasi tersebut guna mengevakuasi pilot Israel yang kemungkinan terjatuh saat menjalankan misi di wilayah Iran. 

Selain itu, pasukan khusus Angkatan Udara Israel yang memiliki kemampuan sabotase di wilayah musuh juga dilaporkan berada di pangkalan tersebut. Keberadaan basis militer rahasia itu nyaris terungkap pada Maret lalu. 

Media pemerintah Irak yang dikutip WSJ menyebut seorang penggembala melaporkan aktivitas mencurigakan di kawasan gurun, termasuk lalu lintas helikopter yang tidak biasa.

Laporan tersebut membuat pasukan Irak dikirim untuk menyelidiki area itu. Namun, menurut salah satu sumber, Israel kemudian menghentikan upaya pemeriksaan tersebut melalui serangan udara.

WSJ tidak mengungkap lokasi pasti pangkalan tersebut. Meski demikian, salah satu sumber anonim mengatakan Israel sempat menawarkan bantuan ketika jet tempur F-15 Amerika Serikat ditembak jatuh di dekat Isfahan, Iran.

Pasukan AS akhirnya berhasil menyelamatkan kedua pilot secara mandiri, sementara Israel disebut memberikan dukungan melalui serangan udara untuk melindungi operasi penyelamatan.

Insiden jatuhnya pesawat tempur-pembom F-15E itu terjadi pada awal April. Operasi pencarian dimulai pada 3 April, dan kedua pilot berhasil ditemukan dalam beberapa hari berikutnya.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Gencatan senjata kemudian diumumkan pada 8 April.

Meski pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai dimulainya kembali konflik bersenjata.

Namun, Amerika Serikat disebut telah memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

x|close