A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Trump Rilis Dokumen Rahasia UFO, Disebut Pengalihan Isu Kasus Epstein - Ntvnews.id

Trump Rilis Dokumen Rahasia UFO, Disebut Pengalihan Isu Kasus Epstein

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara selama perayaan untuk menghormati para ibu militer di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 6 Mei 2026. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara selama perayaan untuk menghormati para ibu militer di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 6 Mei 2026. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merilis ratusan dokumen rahasia terkait laporan penampakan objek terbang tak teridentifikasi atau UFO. Namun langkah tersebut memicu kritik karena dinilai sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari kasus Jeffrey Epstein.

Dilan sir dari AFP, Senin, 11 Mei 2026, Pentagon merilis sebanyak 162 dokumen yang berisi laporan penampakan UFO, yang secara resmi disebut sebagai Unidentified Anomalous Phenomena (UAP).

Selain berasal dari Pentagon, dokumen tersebut juga berasal dari Federal Bureau of Investigation, Departemen Luar Negeri AS, dan National Aeronautics and Space Administration atau NASA. Seluruh dokumen kini dapat diakses publik melalui situs resmi Pentagon.

Mantan anggota parlemen Partai Republik Marjorie Taylor Greene menjadi salah satu pihak yang mengkritik langkah tersebut. Dalam unggahan di platform X, Greene menilai pemerintah sengaja mengangkat isu UFO untuk menutupi persoalan lain.

"Saya sangat muak dengan propaganda 'lihat objek berkilau' sementara mereka mengobarkan perang di luar negeri, membiarkan pemerkosa dan pedofil berkeliaran bebas, dan merusak nilai dolar kita," tulis Greene.

"Kecuali mereka menampilkan alien hidup dan menguji coba UFO atau benar-benar mengakui apa yang kita ketahui sebenarnya, maka saya punya hal yang jauh lebih baik dilakukan pada hari Jumat ini," imbuhnya.

Baca Juga: Trump Klaim Iran Setuju Tak Miliki Senjata Nuklir

Greene juga menyinggung lambatnya proses pembukaan dokumen kasus Jeffrey Epstein yang hingga kini belum sepenuhnya dipublikasikan oleh pemerintahan Trump.

"Pemerintahan paling transparan dalam sejarah masih belum merilis semua dokumen Epstein atau menangkap siapa pun, tetapi merilis beberapa dokumen UFO hari ini sehingga Anda akan sangat bersemangat sehingga lupa bahwa Anda membayar lebih dari US$ 4,50/galon karena mereka sedang berperang lagi di luar negeri yang mereka katakan tidak akan mereka lakukan kembali," sindir Greene.

Departemen Kehakiman AS sebelumnya memang merilis dokumen Epstein secara bertahap, meski Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein meminta seluruh berkas dibuka sekaligus. Sejumlah bagian dari dokumen yang dirilis juga diketahui telah disensor.

Komentar Greene terkait harga bahan bakar merujuk pada lonjakan harga BBM di AS setelah pecahnya konflik Iran.

Sementara itu, Trump menyambut positif publikasi dokumen UFO tersebut dan menyindir pemerintahan AS sebelumnya yang dianggap tidak terbuka soal isu UFO.

"Sementara pemerintahan-pemerintahan sebelumnya gagal bersikap transparan mengenai masalah ini, dengan dokumen dan video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri, 'APA YANG SEBENARNYA TERJADI?" kata Trump.

Dokumen yang dipublikasikan mencakup berbagai laporan lama mengenai “piring terbang”. Salah satu dokumen bertanggal Desember 1947 memuat laporan pengamatan fenomena udara misterius oleh sejumlah pengamat militer.

"Laporan berkelanjutan dan terkini dari pengamat yang berkualifikasi mengenai fenomena ini masih menjadikan masalah ini sebagai perhatian bagi Markas Besar, Komando Material Udara," demikian isi salah satu dokumen tersebut.

Dokumen lain dari laporan intelijen Angkatan Udara AS pada November 1948 juga membahas penampakan “pesawat tak teridentifikasi” dan “piring terbang”.

"Untuk beberapa waktu, kami prihatin dengan laporan berulang mengenai piring terbang," bunyi dokumen lainnya.

Ilustrasi UFO. <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi UFO. (Pixabay)

Selain arsip lama, terdapat pula laporan tahun 2023 yang merangkum kesaksian tujuh pegawai pemerintah federal AS terkait fenomena aneh di wilayah Amerika Serikat.

"Kredibilitas para pelapor, dan sifat anomali dari peristiwa itu sendiri -- berpadu untuk menjadikan laporan ini sebagai salah satu yang paling menarik dalam koleksi AARO saat ini," demikian keterangan dalam dokumen yang merujuk pada kantor All-domain Anomaly Resolution Office.

Dalam salah satu laporan, tiga agen federal mengaku melihat “bola oranye” di langit yang memancarkan bola-bola merah lebih kecil. Laporan lain menyebut dua agen federal menyaksikan objek bercahaya oranye di dekat bebatuan yang disebut menyerupai “Mata Sauron” dalam film The Lord of the Rings.

Baca Juga: Presiden Kuba Sebut Ancaman Militer AS di Era Trump Capai Tingkat Berbahaya

Trump sebelumnya telah memerintahkan lembaga federal AS sejak Februari untuk mulai mengidentifikasi dokumen pemerintah yang berkaitan dengan UFO dan alien, menyusul tingginya minat publik terhadap isu tersebut.

Meski berbagai dokumen telah dibuka, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan keberadaan kehidupan di luar Bumi.

x|close