2 Paramedis Hizbullah Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada Sabtu 2 Mei 2026. /ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri. Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada Sabtu 2 Mei 2026. /ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua paramedis yang berafiliasi dengan kelompok Hezbollah tewas akibat serangan Israel di wilayah Lebanon selatan. Selain itu, lima petugas medis lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Dilansir dari AFP, Senin, 11 Mei 2026, serangan tersebut terjadi meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah masih berlaku.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan Israel "secara langsung menargetkan, dengan dua serangan, dua lokasi Komite Kesehatan".

Serangan pertama terjadi di wilayah Qalaway dan menewaskan satu petugas medis serta melukai tiga orang lainnya. Sementara serangan kedua di Tibnin menyebabkan satu paramedis lainnya tewas dan dua petugas medis mengalami luka.

Pemerintah Lebanon mengecam tindakan Israel yang dinilai sebagai “pelanggaran hukum internasional” yang terus berulang di tengah masa gencatan senjata.

Baca Juga: Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 2.702 Orang

Israel diketahui masih melancarkan operasi militer meski kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak 17 April. Perjanjian tersebut seharusnya menghentikan pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Namun demikian, kelompok yang didukung Iran itu juga disebut masih melakukan serangan, terutama terhadap pasukan Israel yang beroperasi di wilayah Lebanon selatan hingga kawasan perbatasan.

Orang-orang terlihat di jalan-jalan wilayah Dahieh setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. <b>(Antara)</b> Orang-orang terlihat di jalan-jalan wilayah Dahieh setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)

Dalam beberapa hari terakhir, intensitas serangan Israel dilaporkan semakin meluas. Kementerian Kesehatan Lebanon memperbarui jumlah korban tewas sejak perang pecah menjadi sekitar 2.800 orang, termasuk lebih dari 100 tenaga kesehatan dan petugas darurat.

Sejak gencatan senjata diberlakukan, serangan Israel ke wilayah Lebanon masih terus terjadi dan dilaporkan telah menewaskan puluhan orang.

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang dimediasi Washington, Israel disebut memiliki hak untuk mengambil tindakan terhadap "serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung".

x|close