A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Oposisi AS Desak Pemerintah Transparan soal Dugaan Senjata Nuklir Israel - Ntvnews.id

Oposisi AS Desak Pemerintah Transparan soal Dugaan Senjata Nuklir Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 07:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Fasilitas Nuklir Iran yang diserang oleh AS dan Israel Ilustrasi Fasilitas Nuklir Iran yang diserang oleh AS dan Israel (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Sejumlah anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat mendesak pemerintah AS untuk tidak lagi bungkam terkait isu senjata nuklir Israel.

Melalui surat yang dikirim kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, para legislator Demokrat menyoroti konflik AS-Israel dengan Iran serta mempertanyakan sikap Israel yang dinilai tidak terbuka mengenai kemampuan militernya.

Dilansir dari AFP, Senin, 11 mei 2026, dalam surat bertanggal 4 Mei tersebut, anggota parlemen secara langsung meminta penjelasan mengenai jenis kemampuan nuklir yang dimiliki Israel, termasuk informasi terkait jumlah hulu ledak dan sistem peluncurnya.

"Kongres AS memiliki tanggung jawab konstitusional untuk sepenuhnya mengetahui keseimbangan nuklir di Timur Tengah, risiko eskalasi oleh pihak manapun dalam konflik ini, dan perencanaan serta kontingensi pemerintah untuk skenario itu," demikian isi surat yang diajukan kubu Demokrat.

Baca Juga: Iran Tegaskan Tak Tunduk pada Tekanan AS dalam Dialog Nuklir

Menurut Nuclear Threat Initiative yang berbasis di Washington, Israel diyakini telah mengembangkan senjata nuklir sejak era 1980-an.

Israel disebut menjadi salah satu dari sembilan negara di dunia yang memiliki senjata nuklir bersama Amerika Serikat, Rusia, dan China.

Meski demikian, Israel menerapkan kebijakan yang dikenal sebagai “ketidaktransparansian nuklir”, yakni tidak pernah secara resmi mengakui ataupun membantah kepemilikan senjata nuklir.

Karena kebijakan tersebut, Israel hingga kini tidak pernah secara terbuka mengonfirmasi keberadaan program maupun arsenal nuklirnya. Sikap pemerintah AS terhadap isu ini juga dinilai ambigu selama bertahun-tahun.

Nuclear Threat Initiative memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir, cadangan plutonium antara 750 hingga 1.110 kilogram, enam kapal selam yang mampu membawa senjata nuklir, serta rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan mencapai 4.800 sampai 6.500 kilometer.

Ilustrasi Bom Nuklir Meledak <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi Bom Nuklir Meledak (Pixabay)

Keberadaan program nuklir Israel pertama kali mencuat lewat pengakuan Mordechai Vanunu, mantan staf proyek nuklir Israel kelahiran Maroko.

Pada 1985, Vanunu membocorkan informasi mengenai program nuklir rahasia Israel di kawasan Dimona. Pengungkapan tersebut dianggap sangat sensitif bagi pemerintah Israel karena Vanunu pernah bekerja sebagai teknisi di pusat penelitian nuklir rahasia Dimona yang berada di Gurun Negev, sekitar 150 kilometer selatan Yerusalem.

Setelah membocorkan informasi tersebut, Vanunu ditangkap otoritas Israel dan hingga kini disebut masih berada dalam pengawasan ketat dengan pembatasan aktivitas dan mobilitas. Pemerintah Israel sendiri tidak pernah secara resmi membantah informasi yang diungkapkannya.

x|close