Seluruh Penumpang Kapal MV Hondius Dievakuasi Usai Wabah Virus Hanta Tewaskan Tiga Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 06:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat (Antara)

Ntvnews.id, Madrid - Para penumpang kapal pesiar MV Hondius mulai dievakuasi setelah kapal tersebut bersandar di Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu, 10 Mei 2026 menyusul merebaknya wabah virus Hanta di atas kapal.

Dilansir dari AFP, Senin, 11 Mei 2026, Wabah tersebut telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia, terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan berkewarganegaraan Jerman. Sejumlah penumpang lainnya juga dilaporkan jatuh sakit akibat virus langka yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat.

Hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus Hanta yang diketahui endemik di Argentina, negara asal keberangkatan kapal pada April lalu.

Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan risiko penyebaran global masih rendah dan menepis kekhawatiran bahwa wabah tersebut dapat berkembang menjadi pandemi seperti Covid-19.

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan penerbangan terakhir untuk memulangkan sebagian besar dari hampir 150 penumpang dan awak kapal dijadwalkan berangkat menuju Australia pada Senin. Setelah proses evakuasi selesai, kapal akan melanjutkan perjalanan ke Belanda.

Para penumpang terlihat mengenakan pakaian medis berwarna biru ketika turun dari kapal berbendera Belanda tersebut menuju kapal-kapal kecil yang membawa mereka ke pelabuhan Granadilla di Tenerife.

Selanjutnya mereka diangkut menggunakan bus menuju Bandara Tenerife Selatan untuk mengikuti penerbangan repatriasi.

Menurut Garcia, sebanyak 14 warga Spanyol akan dipulangkan lebih dahulu. Setelah itu disusul penerbangan menuju Belanda yang juga mengangkut warga Jerman, Belgia, Yunani, serta sebagian kru kapal.

Selain itu, penerbangan khusus bagi warga Kanada, Turki, Prancis, Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat juga dijadwalkan berlangsung pada Minggu.

Baca Juga: IDAI Minta Masyarakat Tak Panik soal Virus Hanta

Kekhawatiran internasional terhadap wabah ini terus meningkat. Otoritas regional Kepulauan Canary sebelumnya menolak kapal tersebut merapat langsung ke pelabuhan dan hanya mengizinkannya berlabuh di lepas pantai.

Namun, pemerintah Spanyol memastikan seluruh penumpang tidak menunjukkan gejala saat menjalani pemeriksaan medis terakhir sebelum turun dari kapal. Otoritas juga menegaskan tidak akan ada kontak antara penumpang dengan warga lokal di Tenerife.

Di pelabuhan Granadilla, sejumlah tenda putih didirikan di area dermaga dan aparat kepolisian, termasuk yang mengenakan pakaian pelindung medis, menutup sebagian kawasan pelabuhan industri tersebut.

Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, turut mendampingi pejabat Spanyol dalam mengawasi operasi evakuasi tersebut.

Otoritas regional menargetkan seluruh proses selesai pada Senin.

Gambar ilustrasi hantavirus. (ChatGPT Go/antons) <b>(Antara)</b> Gambar ilustrasi hantavirus. (ChatGPT Go/antons) (Antara)

Jenis virus Hanta yang ditemukan pada kasus di kapal diketahui merupakan varian Andes, satu-satunya tipe yang dapat menular dari manusia ke manusia. Temuan ini memicu perhatian internasional.

WHO pada Jumat menyatakan telah mengonfirmasi enam kasus dari total delapan kasus suspek yang dilaporkan. Hingga kini tidak ditemukan tambahan kasus baru di atas kapal.

MV Hondius tiba di Tenerife pada Minggu pagi setelah berlayar dari Tanjung Verde, lokasi tiga pasien yang terinfeksi sebelumnya dievakuasi ke Eropa pada awal pekan.

Kapal tersebut memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April untuk ekspedisi melintasi Samudra Atlantik menuju Tanjung Verde.

Baca Juga: 2 Warga Singapura Jalani Isolasi dan Tes Virus Hantavirus

WHO menduga infeksi pertama terjadi sebelum pelayaran dimulai dan kemudian menyebar antarmanusia selama perjalanan berlangsung.

Namun, pejabat kesehatan Argentina, Juan Petrina, menyebut terdapat "hampir nol kemungkinan" pria Belanda yang terkait dengan wabah itu tertular virus di Ushuaia, dengan mempertimbangkan masa inkubasi virus yang berlangsung selama beberapa minggu serta faktor lainnya.

Sejumlah negara kini juga mulai melacak para penumpang yang telah meninggalkan kapal maupun orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan mereka.

x|close