A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menhut Fokus Selamatkan Habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan - Ntvnews.id

Menhut Fokus Selamatkan Habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 09:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menhut Raja Juli Antoni dalam pertemuan dengan aktivis lingkungan dan pemengaruh di Jakarta, Kamis 07 Mei 2026. ANTARA/HO-Kemenhut/pri. Menhut Raja Juli Antoni dalam pertemuan dengan aktivis lingkungan dan pemengaruh di Jakarta, Kamis 07 Mei 2026. ANTARA/HO-Kemenhut/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penyelamatan populasi serta habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan.

Menurut Raja Juli Antoni, salah satu fokus utama kebijakan tersebut adalah menjaga sekaligus memperbaiki ekosistem kantong habitat gajah yang terus menyusut.

Saat ini, jumlah kantong habitat gajah di Indonesia hanya tersisa 21 kawasan dari sebelumnya mencapai 42 kantong habitat.

“Inpres ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan gajah kita. Fokus utama kami adalah bagaimana mengeksekusi ide-ide tersebut secara nyata di lapangan. Tata kelola pembangunan ke depan harus memberikan orientasi penuh kepada konservasi,” kata Raja Juli Antoni dalam pernyataan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu 09 Mei 2026.

Baca Juga: IUCN Puji Indonesia Berkat Konservasi Gajah dan Badak, Langkah Strategis Lindungi Satwa Terancam Punah

Dalam pertemuan bersama aktivis lingkungan dan para pemengaruh di Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026, Menhut menjelaskan pembangunan infrastruktur ke depan harus mempertimbangkan ruang hidup satwa liar.

Ia mencontohkan pembangunan jalan tol oleh Kementerian Pekerjaan Umum harus mengacu pada peta wilayah jelajah gajah yang telah disiapkan Kementerian Kehutanan.

Sebagai solusi, pemerintah akan mewajibkan pembangunan fasilitas seperti terowongan atau underpass agar kelompok gajah tetap dapat berpindah habitat tanpa terganggu aktivitas manusia.

Selain itu, Kemenhut juga diminta mempertahankan 21 kantong habitat yang tersisa serta memperbaiki kualitas ekosistemnya.

Pemerintah juga menyiapkan strategi pembangunan koridor satwa untuk menghubungkan habitat gajah yang terfragmentasi akibat alih fungsi lahan maupun aktivitas ilegal.

Raja Juli Antoni menilai data populasi yang akurat menjadi hal penting agar program konservasi memiliki target peningkatan populasi yang jelas dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Pagar 138 Km di Way Kambas Siap Dibangun, Cegah Konflik Gajah

“Penting bagi kita untuk memiliki data yang akurat. Dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) harus ada target angka peningkatan populasi yang jelas misalnya dalam lima tahun ke depan. Jika tidak ada peningkatan, kita harus mencari masalahnya dan menyelesaikannya,” tambahnya.

Selain menjaga habitat, pemerintah juga berupaya mengatasi konflik antara manusia dan gajah yang selama puluhan tahun terjadi di Way Kambas.

Atas usulan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berencana membangun barrier atau penghalang khusus untuk mengurangi risiko korban baik dari pihak manusia maupun satwa liar.

(Sumber: Antara)

x|close