Rusia dan Ukraina Saling Klaim Pelanggaran Gencatan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 17:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Orang-orang menunggu kerabat mereka yang dibebaskan dari penawanan perang Rusia di sebuah rumah sakit di Ukraina utara, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Xinhua/Peter Druk/aa. Orang-orang menunggu kerabat mereka yang dibebaskan dari penawanan perang Rusia di sebuah rumah sakit di Ukraina utara, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Xinhua/Peter Druk/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow/Kiev - Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata tiga hari yang sebelumnya disepakati dalam rangka peringatan Victory Day.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu menyatakan pasukan Ukraina telah melakukan 16.071 pelanggaran terhadap aturan gencatan senjata dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Menurut pihak Rusia, pelanggaran tersebut dibalas dengan serangan terhadap sejumlah target militer Ukraina, termasuk sistem roket peluncur ganda, posisi artileri dan mortir, pos komando, hingga lokasi peluncuran drone.

Sehari sebelumnya, Sabtu, 9 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan adanya 8.970 pelanggaran gencatan senjata di berbagai wilayah konflik.

Baca Juga: Rusia Tak Pamerkan Senjata di Parade Hari Kemenangan untuk Pertama Kalinya dalam Dua Dekade

Sementara itu, otoritas Ukraina menyebut sedikitnya satu orang tewas dan 15 lainnya luka-luka akibat serangan Rusia di sejumlah wilayah meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlangsung.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam pernyataannya mengatakan pasukan Rusia melakukan sekitar 60 serangan terhadap posisi Ukraina sepanjang Minggu, 10 Mei 2026.

Baca Juga: Putin Beri Sinyal Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir

Rusia dan Ukraina sebelumnya menyepakati gencatan senjata sementara yang berlaku selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin, 11 Mei 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan di Rusia.

(Sumber: Antara)

 

x|close