A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Dinkes DKI: Hantavirus Bukan Penyakit Baru - Ntvnews.id

Dinkes DKI: Hantavirus Bukan Penyakit Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 16:52
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ani Ruspitawati Ani Ruspitawati (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan bahwa Hantavirus bukan merupakan penyakit baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Ia menjelaskan, Hantavirus telah lama dikenal dan selama ini terus dipantau oleh otoritas kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir berlebihan meski sejumlah kasus ditemukan di Jakarta pada 2026.

"Pokoknya prinsipnya ini adalah bukan, sekali lagi ini bukan virus baru, bukan penyakit baru. Sudah ada dan kita sudah melakukan monitor terus-menerus terhadap kasusnya," ujar Ani di DPRD DKI Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Menurutnya, langkah paling penting saat ini adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat juga diimbau rajin mencuci tangan, memakai masker saat berada di area berisiko, serta melakukan pengendalian tikus di lingkungan sekitar.

"Yang penting sebetulnya tidak perlu panik tapi waspada. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga pola hidup yang bersih, sehat," terangnya.

Ani juga memastikan kasus Hantavirus yang ditemukan di Jakarta tidak berkaitan dengan klaster kapal pesiar MV Hondius. Ia menegaskan, kasus tersebut merupakan bagian dari pemantauan rutin yang dilakukan sepanjang tahun.

Baca Juga: Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes DKI Sebut Bukan Klaster dari Kapal Pesiar MV Hondius

Gambar ilustrasi hantavirus. (ChatGPT Go/antons) <b>(Antara)</b> Gambar ilustrasi hantavirus. (ChatGPT Go/antons) (Antara)

Baca Juga: Argentina Hadapi Musim Hantavirus Terburuk dalam Beberapa Tahun Terakhir

"Bukan, enggak. Bukan. Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun," tegasnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat hingga saat ini terdapat empat kasus Hantavirus di Jakarta. Dari jumlah tersebut, tiga pasien telah dinyatakan sembuh dengan gejala ringan, sementara satu pasien lainnya masih berstatus suspek dan menunggu hasil laboratorium.

"Sepanjang 2026 yang ada di catatan kami, sepanjang 2026 sampai sekarang ini ada 4 kasus yang sudah kita temukan. Tiga orangnya sudah sembuh bergejala ringan, satu orangnya sekarang masih suspek. Belum, harus ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium," ungkap Ani.

Ia menerangkan, penularan Hantavirus umumnya berasal dari tikus ke manusia melalui paparan air liur, urine, kotoran tikus, maupun debu yang terkontaminasi. Menurutnya, varian Hantavirus yang dapat menular antarmanusia, yakni varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan, hingga kini belum ditemukan di Indonesia.

Untuk pasien yang masih berstatus suspek, Dinkes DKI telah menerapkan prosedur isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Namun, seluruh kasus yang muncul di Jakarta sejauh ini disebut hanya mengalami gejala ringan.

"Pokoknya kalau kita ketemu suspek kita akan, prinsipnya adalah isolasi untuk kehati-hatian sampai kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Dan sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan, dan tiga itu sudah sembuh semua," terang Ani.

TERKINI

Load More
x|close