Indonesia Mulai Terima Pasokan Minyak Mentah Nigeria di Tengah Penutupan Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 15:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan minyak mentah atau crude oil asal Nigeria telah tiba di Indonesia sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan realisasi impor minyak mentah dari Nigeria sudah mulai berjalan dan pengirimannya telah sampai di Indonesia.

“Sudah ada yang terealisasi. (Dari Nigeria) sudah jalan. Sudah ada (yang tiba),” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Langkah diversifikasi ini dilakukan pemerintah menyusul masih ditutupnya Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Selat Hormuz diketahui merupakan jalur strategis energi dunia yang menangani sekitar 20 persen pengiriman minyak global serta 80 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dari Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap SPBU Swasta Mulai Beli Solar dari Pertamina

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan energi, pemerintah mulai memperluas sumber impor minyak mentah dari negara-negara yang tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz. Selain Nigeria, Indonesia juga menjajaki pasokan energi dari Rusia dan Amerika Serikat.

“Sementara itu sih yang saya tahu saat ini, karena angkanya besar-besar. Kalau yang lain kecil-kecil pasti di negara lain juga. Kan di Angola kayak gitu, di negara-negara Afrika,” ucap Laode.

Dalam kesempatan tersebut, Laode juga memastikan stok energi nasional, baik minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), maupun LPG, berada dalam kondisi aman. Pemerintah, kata dia, terus bekerja menjaga kestabilan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) kan kalau ditanya tuh beliau menceritakan bahwa kita setiap hari itu kadang harus begadang-begadang untuk ngejar stok itu biar sesuai. Itu yang kami lakukan biar masyarakat tetap bisa terlayani,” ujar Laode.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut Pertalite Tak Dijual di Beberapa SPBU karena Upgrade

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Karena itu, pemerintah mulai memperkuat alternatif pasokan dari berbagai negara seperti Angola, Nigeria, Brasil, Amerika Serikat, hingga Rusia.

Pada April 2026, Bahlil juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev terkait pembelian minyak mentah dan LPG. Dari pertemuan tersebut, Indonesia memperoleh komitmen pasokan minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia yang akan dikirim secara bertahap hingga akhir 2026.

(Sumber: Antara)

 

x|close