Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia tetap melanjutkan proses impor minyak dari Russia meskipun relaksasi sanksi penjualan minyak Rusia oleh United States resmi berakhir pada Sabtu, 16 Mei 2026.
“Masih tetap berproses. Kemarin kan Pak Wamen (Wakil Menteri ESDM Yuliot) kembali dari sana (Rusia). Jadi, proses tetap berjalan,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Laode menjelaskan bahwa Indonesia tetap memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menyikapi dinamika global.
Baca Juga: Menlu India dan Iran Bahas Perang AS-Israel serta Situasi Selat Hormuz di Forum BRICS
Selain itu, Indonesia juga kini menjadi anggota blok ekonomi BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
“Intinya, secara negara pun kita kan bebas aktif. Jadi, itu. Apalagi kita juga anggota BRICS,” ujar Laode.
Menurut dia, salah satu langkah untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah situasi geopolitik global adalah dengan melakukan impor minyak mentah atau crude oil dari Rusia yang dalam waktu dekat akan masuk ke Indonesia.
Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebanyak 150 juta barel dari Rusia yang dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Pentingnya Peran BRICS dalam Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Pemerintah saat ini disebut memprioritaskan ketersediaan seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) guna memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sektor industri nasional.
Sementara itu, pada Senin, 14 April 2026, Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan akan mengakhiri pengecualian sanksi terhadap minyak Iran.
Kemudian, pada Kamis, 17 April 2026, departemen tersebut menerbitkan lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal per 17 April hingga 16 Mei 2026.
Dengan demikian, relaksasi sanksi terhadap penjualan minyak Rusia resmi berakhir pada Sabtu, 16 Mei 2026.
(Sumber: Antara)
Arsip - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara). (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan (Antara)