Ntvnews.id, Jakarta - Di sebuah kota yang tumbuh cepat seperti Depok—di tengah derasnya perubahan zaman, kompetisi global, dan kegelisahan para orang tua terhadap masa depan anak-anak mereka.
Dalam Grand Opening Sekolah Bakti Mulya (BM) 400, sabtu (23/05/2026) Depok, sebuah momentum yang menandai berdirinya gedung pendidikan baru, sekaligus lahirnya sebuah visi besar tentang pendidikan Indonesia yang berakar pada nilai, bertumpu pada kualitas, dan melangkah ke panggung dunia.
Para akademisi, tokoh agama, pendidik, pejabat negara dan lebih dari 500 tamu undangan memenuhi area sekolah dengan antusias.
Mereka datang menghadiri seremoni, sekaligus menyaksikan sebuah gagasan pendidikan yang sedang dibangun dengan kesungguhan.
Acara grand opening berlangsung khidmat sekaligus hangat. Nuansa kebangsaan dan pendidikan terasa sejak awal melalui penampilan ensambel musik siswa, tarian penyambutan, lagu Indonesia Raya, hingga Mars Bakti Mulya 400 yang dibawakan oleh siswa-siswi SD, SMP, dan SMA.
Baca Juga: Kemendikdasmen Sebut Anak di Bawah 7 Tahun Tetap Bisa Masuk SD, Ini Syaratnya
Momentum tersebut menjadi semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah tokoh nasional lintas bidang. Hadir di antaranya Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed. (Menteri Pendidikan Dasar & Menengah RI), Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si. (Gubernur Lemhanas RI, Jenderal Pol. (Purn) Agus Andrianto (Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI), Komjen Pol. Purn. Drs. Purwadi, MH. (Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Komjen Pol.Drs. Suyudi, AS (Kepala BNN), Dr. M. Yusuf Ateh, AK.MBA. (Kepala BPK RI), Sudirman Said, SE., M.B.A. (Menteri ESDM Periode 2014-2016), Prof. Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2013–2015), Prof. Yudi Latif, Ph.D. (Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideolgi Pancasila periode 2017–2018), Erwin Aksa (Anggota DPR RI Komisi VIII) dan Dr. H. Supian Suri, M.M. (Walikota Depok).
Kehadiran para tokoh bangsa itu memberikan pesan kuat dimana pendidikan adalah urusan strategis bangsa. Sekolah selain tempat belajar, sekaligus tempat membentuk arah masa depan Indonesia.
Dalam sesi laporan pembuka, CEO Bakti Mulya 400, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si. menyampaikan bahwa BM 400 Depok dibangun untuk menghadirkan sekolah dengan fasilitas modern sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang utuh.
Ia memaparkan lima kesiapan utama yang menjadi fondasi Sekolah BM 400 Depok.
Pertama, kesiapan program pendidikan. Program pendidikan di BM 400 Depok dirancang untuk membuat anak utuh dalam keimanan, kebangsaan dan wawasan global. Kurikulum Cambridge dijadikan sarana untuk membuka wawasan internasional siswa.
Kedua, kesiapan guru dengan ruhul mudaris atau jiwa pendidik sejati. Ketiga, kemitraan erat antara sekolah dan orang tua. Keempat, infrastruktur lengkap sebagai ekosistem belajar. Kelima, lingkungan sekolah sebagai intangible curriculum yang membentuk karakter siswa melalui budaya dan keteladanan sehari-hari.
Sesi berikutnya diisi sambutan dari Ketua Pembina Yayasan Amanah Cerdas Bangsa (YACB), Jenderal Pol. (Purn) Drs. Badrodin Haiti , yang menegaskan pentingnya pendidikan karakter, disiplin, dan keteladanan dalam membangun generasi Indonesia yang tangguh.
Sementara itu, Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri, M.M., menyampaikan apresiasinya atas hadirnya BM 400 Depok sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di Kota Depok. Ia berharap sekolah ini dapat menjadi ruang lahirnya generasi muda yang cerdas secara intelektual, juga memiliki kepedulian sosial, akhlak yang baik, serta semangat membangun bangsa.
Puncak intelektual acara hadir melalui stadium generale dari Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si. bertema Mendidik dengan Iman, Memberdayakan Bangsa, menuju Global (Educating with Faith, Empowering the Nation to Global Excellence).
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa bangsa yang besar membutuhkan generasi yang mampu berdiri di panggung dunia tanpa tercerabut dari identitas moral, budaya, dan nilai kebangsaan. Dalam kerangka tersebut pendidikan menempatkan iman, karakter, dan akhlak sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan, sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan, kepemimpinan, daya pikir kritis, dan kemampuan global agar mampu berkontribusi bagi bangsa dan berdiri percaya diri di panggung dunia tanpa kehilangan jati diri keindonesiaannya.
Peresmian gedung kemudian dilakukan oleh Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed. melalui penandatanganan prasasti dan prosesi touch screen digital, didampingi para tokoh nasional dan pimpinan yayasan.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed. menyampaikan harapannya agar BM 400 Depok mampu menjadi contoh sekolah masa depan Indonesia—sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik dan teknologi, tetapi juga berhasil membangun karakter, budaya belajar, dan nilai kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan sejati bukan hanya menghasilkan lulusan yang pintar, tetapi membentuk manusia yang memiliki akhlak, daya pikir, dan tanggung jawab terhadap bangsa.
Di balik seluruh rangkaian seremoni yang lancar itu, tersirat satu pesan kuat bahwa sekolah adalah tempat sebuah peradaban mulai ditanamkan.
"BM 400 Depok memahami bahwa peradaban besar tidak pernah lahir dari kebetulan, tetapi tumbuh dari ikhtiar panjang membangun manusia unggul—manusia yang berilmu, berkarakter, memiliki keluasan berpikir, serta keteguhan moral untuk menentukan arah zaman. Karena bangsa unggul di masa depan harus membentuk generasi terbaiknya hari ini, maka dari ruang-ruang belajar BM 400 Depok itulah, masa depan Indonesia perlahan sedang ditumbuhkan." ujarnya.
Mendikdasmen Resmikan Sekolah Bakti Mulya 400 Depok (DOK)