Viral! Camat Boyolali Kirim Video Porno ke Gadis Remaja, Berdalih Salah Kirim

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 14:43
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Hubungan Seksual Ilustrasi Hubungan Seksual (FreePik)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang camat berinisial D di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diduga mengirimkan video porno kepada seorang mantan pegawai perempuan berusia 19 tahun. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu kemudian dilaporkan korban ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali.

Korban mengaku pernah bekerja di toko roti milik camat tersebut. Namun, setelah tidak lagi bekerja di tempat itu, ia mengaku secara tiba-tiba menerima dua video tak senonoh yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.

"Saya mendapat kiriman video tak senonoh berdurasi sekitar 9 detik dari camat itu sebanyak dua kali. Video itu dikirim pada hari yang sama, sekitar pukul 11.00 WIB dan 12.00 WIB. Ternyata video itu adalah video porno dirinya (camat) sendiri," kata wanita tersebut, Rabu (8/7).

Korban mengaku terkejut saat menerima kiriman video tersebut. Pada awalnya, ia memilih mengabaikan pesan itu karena menganggap kemungkinan terjadi kesalahan. Ia pun menunggu adanya penjelasan dari pengirim.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang Proyek Jalur Kereta di Kemenhub

Namun, hingga malam hari, camat tersebut tidak memberikan klarifikasi ataupun menarik pesan yang telah dikirim.

"Saya merasa direndahkan. Saya menunggu dia chat lagi. Siapa tahu salah kirim lalu menarik pesannya, ternyata tidak. Kalau memang salah kirim, seharusnya ada konfirmasi. Tapi sampai malam tidak ada chat lagi. Malamnya saya blokir nomornya," ujarnya.

Merasa dirugikan atas kejadian itu, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada BKPSDM Kabupaten Boyolali. Selain itu, ia juga menyampaikan kejadian tersebut kepada keluarganya. Menurut pengakuannya, ia telah dipanggil untuk memberikan keterangan terkait laporan tersebut.

Dalam proses tindak lanjut, korban mengaku dipertemukan dengan camat berinisial D dalam agenda mediasi. Pada kesempatan itu, camat tersebut menyampaikan bahwa video yang dikirim kepada korban terjadi karena salah tujuan pengiriman.

"Saya dipertemukan dengan terlapor untuk dimediasi. Saat itu dia mengaku video tersebut salah kirim dan seharusnya dikirim kepada istrinya," katanya.

Meski demikian, korban menyayangkan alasan tersebut baru disampaikan setelah laporan yang dibuatnya ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. Menurutnya, apabila memang terjadi kesalahan pengiriman, seharusnya klarifikasi disampaikan segera setelah video tersebut terkirim, bukan setelah kasus bergulir ke pemerintah daerah.

x|close