Iran Nyatakan Siap Akhiri Konflik dan Ketegangan di Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mei 2026, 16:07
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat menyampaikan pidato selama inspeksi ke Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran di Teheran pada (19/4/2026). ANTARA/Anadolu/HO-Iranian Presidency/Anadolu Agency) Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat menyampaikan pidato selama inspeksi ke Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran di Teheran pada (19/4/2026). ANTARA/Anadolu/HO-Iranian Presidency/Anadolu Agency) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan negaranya untuk mendukung langkah perdamaian guna mengakhiri konflik dan ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat berbicara dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani pada Selasa, 6 Mei 2026.

Dalam keterangan resmi Kantor Kepresidenan Iran, Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Qatar atas dukungan diplomatik dan upaya mediasi yang terus dilakukan dalam mendorong perdamaian kawasan.

“Presiden Iran berterima kasih kepada Pemerintah Qatar atas dukungan dan upaya konstruktif yang berkelanjutan dalam upaya perdamaian, menyatakan kesiapan Iran untuk bergerak menuju kerangka kerja bermartabat guna mengakhiri perang dan ketegangan regional saat ini,” demikian isi pernyataan tersebut.

Baca Juga: AS Klaim Lakukan Serangan “Pertahanan Diri” di Iran Selatan

Di tengah hubungan yang masih memanas dengan Amerika Serikat, Pezeshkian menilai momentum saat ini seharusnya dimanfaatkan Washington untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian. Ia juga mengungkapkan bahwa proses diplomasi terus berjalan, termasuk pembahasan teknis yang melibatkan para ahli untuk merumuskan dokumen penyelesaian konflik.

“Upaya serius sedang dilakukan, termasuk di tingkat ahli, untuk menyelesaikan dokumen dan teks guna mempersiapkan jalan yang jelas menuju stabilitas,” kata Pezeshkian.

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya perkembangan dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara Iran dan pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Hilman Latief Bantah Terima Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf memimpin delegasi tingkat tinggi Iran dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat di Qatar. Salah satu isu utama yang dibahas adalah pencairan aset Iran di luar negeri yang selama ini dibekukan oleh Washington.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim yang mengutip sumber dekat tim negosiasi Iran, proposal penyelesaian yang diajukan Teheran memuat 14 poin penting. Salah satu poin utama adalah tuntutan agar Amerika Serikat mencairkan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp427,2 triliun. Dalam skema tersebut, setengah dari dana disebut akan dicairkan pada tahap awal, sementara sisanya menyusul pada tahap berikutnya.

(Sumber: Antara)

x|close