BMKG: Pergerakan Siklon Tropis Jangmi Tingkatkan Potensi Hujan di RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Mei 2026, 11:00
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Sejumlah kendaraan menembus hujan lebat. BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi 10 hari ke depan. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG Sejumlah kendaraan menembus hujan lebat. BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi 10 hari ke depan. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pergerakan Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina utara yang memicu pembentukan area konvergensi dan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Prakirawan BMKG Henokvita dalam siaran cuaca yang diikuti dari Jakarta, Sabtu, mengatakan pusaran sistem cuaca ekstrem tersebut saat ini membawa kecepatan angin maksimum hingga 35 knot dengan tekanan udara minimum 998 hektopascal (HPa).

"Diprediksi bergerak ke arah barat laut utara dan akan terus meningkat dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Pasifik utara, Maluku Utara hingga utara Papua," kata dia.

Henokvita menjelaskan, selain faktor Jangmi, pembentukan awan hujan nasional juga disumbang oleh kemunculan sirkulasi siklonik lain di Laut Cina Selatan yang daerah konvergensinya memanjang hingga ke Kepulauan Natuna.

Anomali dinamika atmosfer tersebut merangsang pembentukan sabuk konvergensi sekunder yang membentang dari Papua hingga Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, hingga wilayah Jawa Tengah.

Kombinasi fenomena ini berdampak langsung pada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah, termasuk ancaman tiupan angin kencang yang berpotensi melanda sewaktu-waktu di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk prakiraan kota-kota besar di Indonesia bagian barat, cuaca ekstrem berupa hujan petir membayangi wilayah Jambi, Banjarmasin, dan Tanjung Selor, sementara Jakarta, Banda Aceh, Palembang, hingga Surabaya diprediksi berada dalam kondisi berawan tebal.

Sementara itu, wilayah Indonesia bagian timur didominasi oleh potensi hujan ringan di kota-kota seperti Palu, Kendari, Ternate, Ambon, hingga Merauke, dengan pengecualian untuk Gorontalo yang berpotensi dilanda hujan disertai petir.

ANTARA

x|close