Tujuh SMA Swasta di Banten Mundur dari Program Sekolah Gratis, Nasib Siswa Bagaimana?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 14:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Andra Soni Andra Soni (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Banten Andra Soni memastikan siswa yang telah terdaftar dalam Program Sekolah Gratis tetap mendapatkan pembiayaan hingga lulus, meski terdapat tujuh sekolah swasta yang memutuskan mengundurkan diri dari program tersebut pada tahun ini.

Menurut Andra, kepastian tersebut telah diatur dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan sekolah-sekolah swasta peserta program.

"Nah, dalam MoU itu, disampaikan bahwa pihak sekolah siap menyelenggarakan program untuk satu angkatan penuh. Jadi kalau saat angkatan kedua mereka tidak berkenan untuk ikut, mereka tetap wajib memfasilitasi angkatan pertamanya hingga selesai," ujar Andra di Kota Serang, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, keputusan sekolah untuk tidak lagi mengikuti Program Sekolah Gratis hanya berlaku bagi penerimaan peserta didik pada angkatan berikutnya. Sementara itu, siswa yang telah lebih dulu menjadi peserta program tetap memperoleh hak pembiayaan dari pemerintah hingga menyelesaikan pendidikan.

"Jika kemudian mereka tidak ingin melanjutkan, itu hanya berlaku untuk angkatan berikutnya. Jadi, angkatan yang sudah telanjur bersekolah di situ tetap ter-cover," kata Andra.

Andra menegaskan, selama masih menjadi bagian dari angkatan yang mengikuti Program Sekolah Gratis, siswa di SMA, SMK, maupun Sekolah Khusus (SKh) swasta tidak boleh dikenakan pungutan biaya oleh pihak sekolah.

Baca Juga: Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Kunjungan PM Thailand di Jakarta

Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi bagian dari komitmen yang telah disepakati bersama melalui MoU sehingga keberlangsungan program bagi satu angkatan tetap terjamin.

"Jadi kita mengikatnya lewat MoU, ya. Karena ini kan terkait keberlanjutan program. Tidak mungkin mereka ikut di awal, lalu di tengah jalan mau berhenti begitu saja. Dari awal sudah ada MoU yang disepakati bersama," ucapnya.

Di sisi lain, Andra mengungkapkan minat sekolah swasta untuk bergabung dalam Program Sekolah Gratis masih cukup tinggi. Saat ini, Pemerintah Provinsi Banten tengah melakukan proses seleksi terhadap puluhan sekolah yang mengajukan diri sebagai peserta baru.

"Saat ini ada sekitar 50 sekolah lagi yang mengajukan diri, tetapi masih kita kurasi dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Rachmat Tamam mengungkapkan terdapat sekitar tujuh SMA swasta yang mengajukan pengunduran diri dari Program Sekolah Gratis. Surat pengunduran diri dari sekolah-sekolah tersebut telah diterima dan sedang dalam proses pendataan oleh Dindikbud.

"Lagi direkap, sedang kita rekap ini. Ada sekitar tujuh sekolah yang mengundurkan diri," ujar Rachmat Tamam, Jumat (24/7).

Rachmat mengatakan pihaknya masih mempelajari alasan yang disampaikan masing-masing sekolah dalam surat pengunduran diri tersebut sehingga belum dapat menjelaskan penyebab keputusan itu.

"Nanti kan kita juga harus lihat suratnya, alasannya berdasarkan apa," katanya.

Sebagai informasi, pada 2025 Program Sekolah Gratis di Banten diikuti oleh 801 SMA, SMK, dan SKh swasta. Dengan adanya tujuh sekolah yang mengundurkan diri, jumlah peserta program pada 2026 menjadi 794 sekolah.

HIGHLIGHT

x|close