Penembakan Massal di AD Tewaskan Enam Orang, Pelaku Bunuh Diri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 05:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi penembakan/pistol/senjata api Ilustrasi penembakan/pistol/senjata api (Pixabay)

Ntvnews.id, Washington D.C - Peristiwa penembakan massal mengguncang negara bagian Iowa, Amerika Serikat, pada Senin, 1 Juni 2026 waktu setempat. Insiden yang terjadi di kawasan permukiman itu menewaskan sedikitnya enam orang, sementara pelaku diduga mengakhiri hidupnya sendiri setelah sempat melarikan diri dari lokasi kejadian.

Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 3 Juni 2026,Departemen Kepolisian Muscatine menyampaikan bahwa rangkaian aksi pembunuhan terjadi di setidaknya dua rumah dan satu lokasi usaha di wilayah Muscatine.

Dari total korban tewas, empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam satu rumah yang sama. Hingga kini, aparat masih menyelidiki motif pasti di balik insiden berdarah tersebut.

Berdasarkan temuan awal penyidik, penembakan diduga dipicu oleh konflik dalam lingkup keluarga. Polisi meyakini seluruh korban memiliki hubungan keluarga dengan tersangka yang juga ditemukan meninggal dunia.

Laporan pertama mengenai insiden tersebut diterima kepolisian sekitar pukul 12.12 siang waktu setempat. Saat petugas tiba di lokasi, empat korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga: Dalam Hitungan Minggu, 3 Penembakan Sasar Trump dan JD Vance di Washington

Polisi kemudian mengidentifikasi tersangka sebagai Ryan Willis McFarland, pria berusia 52 tahun yang merupakan warga Muscatine. Menurut penyidik, tersangka telah meninggalkan rumah tempat kejadian sebelum aparat tiba.

Upaya pencarian kemudian dilakukan hingga petugas berhasil melacak keberadaan McFarland di kawasan Riverfront Trail, dekat sebuah jembatan penyeberangan pejalan kaki. Saat hendak diamankan, tersangka dilaporkan menembak dirinya sendiri di hadapan aparat yang mengepung lokasi.

Di tengah penyelidikan, pihak berwenang menerima informasi tambahan yang mengarah pada kemungkinan adanya korban lain. Penelusuran lebih lanjut mengungkap dua pria lain yang diduga meninggal akibat luka tembak.

Salah satu korban ditemukan di rumah berbeda dari lokasi ditemukannya empat korban pertama. Sementara korban lainnya ditemukan di sebuah tempat usaha yang berada tidak jauh dari area kejadian.

Otoritas setempat kini masih melakukan penyelidikan mendalam dengan memeriksa sejumlah lokasi kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Polisi juga berupaya menyusun kronologi lengkap untuk mengungkap latar belakang dan rangkaian peristiwa yang berujung pada penembakan massal tersebut.

Kasus ini kembali menambah daftar panjang insiden kekerasan bersenjata di Amerika Serikat yang melibatkan korban jiwa dalam jumlah besar, sekaligus memunculkan perhatian terhadap persoalan keamanan dan konflik domestik yang berujung pada tindakan fatal.

x|close