Infografik: Kemendikdasmen Kirim 261 Relawan Pendidikan ke 10 Daerah Prioritas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 12:54
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim Relawan Pendidikan ke 10 daerah guna menjangkau dan mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) ke layanan pendidikan yang sesuai. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim Relawan Pendidikan ke 10 daerah guna menjangkau dan mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) ke layanan pendidikan yang sesuai. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan sebanyak 261 Relawan Pendidikan ke 10 daerah prioritas guna menjangkau dan mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) ke layanan pendidikan yang sesuai. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 28 Mei 2026, para relawan berasal dari berbagai komunitas pendidikan dan mulai bertugas sejak Mei 2026. Mereka akan menjalankan penugasan selama satu bulan di masing-masing daerah sasaran. Sepuluh wilayah yang menjadi fokus program dipilih karena memiliki jumlah ATS yang relatif tinggi berdasarkan data Dasbor Grafik dan Sebaran Anak Tidak Sekolah Kemendikdasmen per 6 Juni 2026.

Baca Juga: Kemendikdasmen Catat Ribuan Murid Raih Nilai Sempurna pada TKA Matematika

Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tercatat sebagai daerah dengan jumlah ATS tertinggi mencapai 26.403 anak. Disusul Indramayu, Jawa Barat sebanyak 22.510 anak, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan 21.999 anak, Lampung Tengah 21.798 anak, Mimika, Papua Tengah 21.451 anak, serta Maluku Tengah sebanyak 17.436 anak. Daerah lainnya yang menjadi lokasi penugasan meliputi Jeneponto, Sulawesi Selatan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Agam, Sumatera Barat, dan Aceh Tamiang, Aceh.

Selama bertugas, para relawan akan melakukan identifikasi dan verifikasi anak tidak sekolah di daerah tujuan. Selain itu, mereka juga memberikan bimbingan belajar, merancang metode pembelajaran yang mudah dipahami, serta memberikan pendampingan emosional untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anak yang belum kembali ke bangku pendidikan. Program ini juga bertujuan menyediakan data ATS yang lebih akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Sambut Baik SE KPK untuk Perkuat Integritas Pelaksanaan SPMB 2026/2027

Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana, menegaskan bahwa peran relawan tidak hanya sebatas melakukan pendataan. “Tidak hanya melakukan pendataan, (relawan) memastikan anak yang belum terjangkau dapat kembali terhubung dengan layanan pendidikan,” ujarnya. Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap sistem penjangkauan dan pengembalian ATS ke layanan pendidikan dapat semakin kuat sehingga tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan.

 

Berikut Infografiknya:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim Relawan Pendidikan ke 10 daerah guna menjangkau dan mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) ke layanan pendidikan yang sesuai. <b>(Antara)</b> Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim Relawan Pendidikan ke 10 daerah guna menjangkau dan mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) ke layanan pendidikan yang sesuai. (Antara)

(Sumber: Antara)

x|close