Ntvnews.id
Baca Juga: BMKG Tetapkan 25 Wilayah Siaga dan Waspada Tsunami Imbas Gempa M 7,7 Filipina
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga memicu gelombang tsunami di sejumlah kawasan pesisir Filipina. Berdasarkan laporan Kyodo, tinggi tsunami yang terukur mencapai 1,4 meter. Namun, hingga kini lokasi pasti wilayah yang terdampak gelombang tersebut belum dirinci lebih lanjut.
Gempa terjadi sekitar pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat gempa berada di Mindanao pada kedalaman sekitar 50 kilometer. Data awal mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,9 dengan koordinat episentrum berada pada 5,7 derajat Lintang Utara dan 125,1 derajat Bujur Timur.
Baca Juga: Peringatan Tsunami di Gorontalo Utara Berakhir Warga Kembali ke Rumah
Meski demikian, sejumlah lembaga pemantau gempa internasional mencatat angka yang berbeda. Lembaga Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) melaporkan kekuatan gempa sebesar magnitudo 8,1. Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) memperkirakan gempa tersebut memiliki magnitudo 8,2.
Hingga saat ini, pemerintah dan otoritas terkait di Filipina masih melakukan pemantauan terhadap dampak yang ditimbulkan gempa, termasuk kemungkinan munculnya ancaman lanjutan pascagempa. Upaya penilaian kerusakan dan penanganan korban juga terus dilakukan di wilayah yang terdampak.
(Sumber: Antara)
Penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju Kota General Santos menunggu keberangkatan penerbangan di area keberangkatan domestik Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA), Pasay City, Filipina, Senin (8/6), setelah gempa bumi magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina. Sejumlah bangunan di wilayah Mindanao dilaporkan rusak atau runtuh. Operasi penyelamatan sedang berlangsung. /ANTARA/Daniel Ceng- Anadolu/pri. (Antara)