22 Negara Desak Iran Hentikan Aksi Serangan Lintas Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Iran. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Sebanyak 22 negara, termasuk Amerika Serikat (AS) serta sejumlah negara Eropa dan sekutunya, mengeluarkan seruan bersama kepada Iran untuk menghentikan berbagai tindakan yang dinilai mengancam individu di wilayah mereka.

Teheran dituduh terlibat dalam upaya intimidasi, penculikan, hingga rencana pembunuhan terhadap sejumlah pihak di luar negeri.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis, negara-negara tersebut mengecam aktivitas yang dikaitkan dengan aparat keamanan Iran. Mereka menuduh Teheran memanfaatkan apa yang disebut sebagai "geng kriminal internasional dan lokal yang tercela" untuk menjalankan berbagai operasi di Eropa, Amerika Utara, dan Australia.

"Upaya untuk membunuh, menculik, melecehkan, mengintimidasi, atau menyerang orang-orang di tanah kami, merusak kedaulatan nasional dan norma-norma internasional. Tindakan-tindakan ini harus segera dihentikan," demikian bunyi pernyataan gabungan 21 negara tersebut, dikutip dari AFP, Jumat, 12 Juni 2026.

Negara-negara yang menandatangani pernyataan tersebut meliputi Albania, Australia, Belgia, Inggris, Bulgaria, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Finlandia, Jerman, Irlandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Portugal, Swedia, dan AS.

Baca Juga: Wamenlu Sebut RI Terus Berkoordinasi dengan Iran Terkait 2 Kapal Tanker Pertamina

Dalam dokumen itu, negara-negara tersebut menuding dinas intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) beserta unit operasi luar negerinya, Pasukan Quds, terlibat dalam berbagai aktivitas yang disebut sebagai "perencanaan mematikan dan tindakan jahat". Target yang disebut mencakup para pembangkang Iran di luar negeri, jurnalis, serta komunitas dan kepentingan Yahudi maupun Israel.

"Kami bersatu dalam tekad kami untuk melindungi negara dan rakyat kami dari ancaman-ancaman ini. Republik Islam Iran harus menghentikan tindakan-tindakan ini sekarang," tegas pernyataan gabungan tersebut.

Selain itu, Iran juga dituduh berada di balik sejumlah aksi yang terjadi di berbagai negara Eropa. Beberapa serangan tersebut disebut menargetkan komunitas Yahudi dan jurnalis Iran maupun Amerika Serikat, yang diklaim dilakukan oleh kelompok yang memiliki keterkaitan dengan Teheran, yakni Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya (HAYI).

Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ib <b>(Antara)</b> Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ib (Antara)

Kelompok HAYI sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap komunitas Yahudi di Inggris, Belgia, dan Belanda. Organisasi itu juga dikabarkan mengklaim keterlibatan dalam penusukan terhadap dua pria Yahudi serta serangkaian aksi pembakaran yang menyasar sinagoge dan pusat komunitas Yahudi di wilayah London utara dalam beberapa bulan terakhir.

Di Australia, hubungan diplomatik dengan Iran sempat memanas setelah pemerintah Canberra mengusir duta besar Iran pada Agustus tahun lalu. Langkah tersebut diambil setelah otoritas Australia menuduh Teheran berada di balik sedikitnya dua insiden anti-Semitisme, termasuk pembakaran sinagoge di Melbourne dan kafe kosher di Sydney.

Pernyataan bersama 22 negara ini menjadi salah satu tekanan diplomatik terbesar terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat.

x|close