AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 08:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan memberikan pelonggaran sementara terhadap sanksi penjualan minyak Iran. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari salah satu komitmen yang tercantum dalam perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelaskan bahwa langkah itu diambil setelah Iran memenuhi sejumlah kesepakatan yang telah dicapai dalam proses negosiasi kedua negara.

"Iran telah berkomitmen untuk transit bebas dan terbuka di Selat Hormuz, dan mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) masuk ke negara mereka," ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam unggahannya di X.

Ia menambahkan bahwa pemerintah AS telah menerbitkan izin khusus yang berlaku sementara untuk mendukung implementasi kesepakatan tersebut.

"Sebagai bagian dari kerangka kerja, Departemen Keuangan telah mengeluarkan izin umum sementara selama 60 hari yang mengizinkan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak Iran," sambungnya.

Melalui kebijakan tersebut, Iran memperoleh keleluasaan untuk memproduksi, mengekspor, dan menjual minyak tanpa terkena sanksi Amerika Serikat hingga pukul 00.01 waktu setempat pada 21 Agustus. Fasilitas itu berlaku untuk hampir seluruh negara tujuan ekspor, termasuk pasar Amerika Serikat.

Baca Juga: Purbaya Yakin Harga Pertamax Bakal Turun Imbas Damai AS-Iran

Keputusan tersebut berpotensi memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian Iran yang selama bertahun-tahun menghadapi pembatasan ketat terhadap ekspor minyak akibat berbagai sanksi internasional.

Langkah Washington ini juga mencerminkan perubahan pendekatan yang disepakati dalam proses negosiasi antara kedua negara. Pemerintahan Trump disebut menggunakan pelonggaran sanksi sebagai bagian dari upaya meyakinkan Teheran agar membuka kembali akses pelayaran secara penuh di Selat Hormuz.

Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi <b>(Antara)</b> Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi (Antara)

Pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi energi dunia dan meredam potensi gangguan pasokan minyak global yang dapat memicu gejolak harga di pasar internasional.

Kebijakan pelonggaran sementara sanksi minyak ini menjadi salah satu poin penting dalam implementasi kesepakatan antara Washington dan Teheran yang bertujuan meredakan ketegangan sekaligus menjaga stabilitas pasar energi global.

x|close