Ntvnews.id, Jakarta - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menilai peningkatan jumlah personel Polisi Kehutanan (Polhut) menjadi langkah penting untuk memperkuat pengamanan kawasan hutan serta mendukung program kehutanan berkelanjutan.
“Penguatan Polisi Kehutanan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendukung perlindungan hutan, konservasi keanekaragaman hayati, serta penguatan agenda iklim nasional,” kata Hashim dalam keterangan bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Ia mengatakan penambahan personel Polhut diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap kawasan hutan sekaligus membantu pelaksanaan berbagai program pemerintah di bidang kehutanan.
“Penambahan personel diharapkan mampu meningkatkan pengawasan kawasan hutan sekaligus mendukung berbagai program kehutanan berkelanjutan yang tengah dijalankan pemerintah,” ujarnya.
Baca Juga: Hashim Sebut Perdagangan Karbon Kehutanan Perkuat Upaya Penurunan Emisi Nasional
Hashim juga memberikan apresiasi terhadap langkah Kemenhut yang dipimpin Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam memperkuat perlindungan hutan melalui penambahan jumlah personel Polhut.
Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga hutan Indonesia sebagai salah satu aset strategis nasional.
Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas Polhut dari jumlah saat ini sekitar 5.000 personel menjadi 70.000 personel secara bertahap.
“Pak Prabowo sudah putuskan untuk menjaga hutan-hutan yang begitu berharga. Polisi khusus kehutanan, yang di luar negeri namanya forest ranger itu, akan bertambah dari 5.000 petugas menjadi 70.000 petugas untuk menjaga,” kata Hashim.
Baca Juga: Hashim: Pasar Karbon di Indonesia Dukung Penurunan Emisi Nasional
Hashim menyebut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah mulai menjalankan kebijakan tersebut melalui proses perekrutan Polhut secara bertahap.
Ia menilai percepatan penguatan personel Polhut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kawasan hutan.
“Kalau tidak salah, Pak Menteri Kehutanan sudah putuskan tahun ini 23 ribu ya, akan direkrut dalam tiga tahun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hashim mengungkapkan program penguatan Polhut Indonesia turut mendapat perhatian dari komunitas internasional, termasuk The Royal Foundation yang berada di bawah kepemimpinan Pangeran William.
Menurutnya, lembaga tersebut memberikan perhatian terhadap peran forest ranger dalam menjaga kelestarian hutan di berbagai negara.
“Ini dipuji oleh The Royal Foundation yang di bawah pimpinan Prince William of Wales. Ini diperhatikan karena bagi dia, nasib petugas forest ranger sangat penting di seluruh dunia. Waktu mereka dengar ada program 70.000 petugas, mereka betul-betul bangga,” kata Hashim.
(Sumber: Antara)
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo dalam acara peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK), di Kemenhut, Senin, 6 Juli 2026. (Antara)