Bupati Tegal Akan Sampaikan Aspirasi Buruh Tembakau ke Pemerintah Pusat Terkait Rencana Kemasan Polos Rokok

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 19:57
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan akan meneruskan aspirasi para pekerja industri hasil tembakau kepada pemerintah pusat terkait penolakan terhadap rencana penerapan standar bentuk dan warna kemasan rokok (plain packaging). Menurutnya, suara para buruh perlu disampaikan karena kebijakan tersebut dinilai dapat berdampak terhadap keberlangsungan industri padat karya di daerah.

Pernyataan itu disampaikan Ischak setelah menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 2.975 penerima manfaat pada Kamis, 25 Juni 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada 2.507 buruh pabrik rokok serta 468 buruh tani tembakau dan cengkih sebagai bagian dari pemanfaatan DBHCHT untuk mendukung kesejahteraan pekerja sektor pertembakauan.

Menurut Ischak, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menerima masukan dari serikat pekerja yang meminta pemerintah daerah ikut menyampaikan penolakan atas rencana kebijakan penyeragaman kemasan rokok kepada pemerintah pusat. Aspirasi tersebut muncul karena para buruh khawatir kebijakan baru akan memengaruhi keberlangsungan pekerjaan mereka.

"Kami akan menyampaikan melalui surat. Seperti tahun lalu ada wacana kenaikan cukai rokok, kami juga menerima aspirasi dari serikat pekerja berkirim surat ke pemerintah pusat. Ini terkait investasi dan keberlangsungan usaha mereka," katanya usai menyerahkan BLT DBHCHT beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Said Iqbal Pastikan Aksi Buruh di Kementerian Keuangan Dibatalkan

Ia menilai industri hasil tembakau memiliki peran penting bagi perekonomian Kabupaten Tegal. Selain menjadi sumber penerimaan negara melalui cukai, sektor tersebut juga memberikan lapangan pekerjaan bagi ribuan warga, mulai dari buruh pabrik hingga petani tembakau dan cengkih. Karena itu, dana yang diterima daerah melalui skema DBHCHT dinilai perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.

Ischak juga menjelaskan bahwa penggunaan DBHCHT tidak hanya dialokasikan dalam bentuk bantuan langsung tunai. Dana tersebut turut dimanfaatkan untuk mendukung layanan kesehatan, kegiatan sosialisasi, penegakan peraturan daerah, pemberantasan rokok ilegal, hingga penyediaan sarana kesehatan.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa alokasi DBHCHT yang diterima Kabupaten Tegal pada tahun ini mengalami penurunan hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan pemerintah pusat. Penurunan tersebut berdampak pada besaran bantuan yang diterima masyarakat. Untuk periode Mei hingga Juni tahun ini, masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600.000. Sementara pada 2025, total BLT DBHCHT yang diterima mencapai Rp1,2 juta untuk periode empat bulan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Tri Guntoro mengatakan penyaluran BLT DBHCHT tahun 2026 ditujukan untuk membantu meringankan beban pengeluaran buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, dan buruh cengkih. Program tersebut juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan minat masyarakat untuk tetap bekerja di sektor pertembakauan.

Baca Juga: Said Iqbal Sampaikan Laporan Kasus Penyekapan Buruh di Jakpus kepada Presiden Prabowo

Tri menyebut pada tahun ini terdapat 2.975 penerima manfaat yang memperoleh BLT DBHCHT dari Pemerintah Kabupaten Tegal.

“Pembiayaan kegiatan Penyaluran BLT DBHCHT Kabupaten Tegal dibebankan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) Dinas Sosial Kabupaten Tegal Tahun 2026. Alokasi anggaran BLT DBHCHT sebesar Rp1.785.000.000 disalurkan dalam 1 tahap sebanyak 2 bulan, yaitu Mei-Juni dengan nominal perbulan Rp300.000 kepada 2.975 penerima manfaat,” katanya.

Program tersebut juga dirasakan manfaatnya oleh para pekerja. Salah satunya Nurhayati (26), buruh giling rokok di Tegal, yang mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan kedua anaknya menjelang tahun ajaran baru.

"Alhamdulillah sangat membantu ekonomi keluarga. Uangnya untuk biaya daftar sekolah, beli buku, dan seragam anak. Saya sudah 6 tahun bekerja di sini, sementara suami bekerja sebagai nelayan," tuturnya.

Hal serupa disampaikan Muryani (39), buruh linting rokok yang selama ini memanfaatkan BLT DBHCHT sebagai tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus biaya pendidikan anak.

"Semoga program ini terus berlanjut. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak," pungkasnya.

x|close