Di Tengah Konflik, Iran Masih Mampu Ekspor Lebih dari 80 Juta Barel Minyak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jul 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Iran. Ilustrasi - Rudal Iran. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran dilaporkan masih mampu menyalurkan lebih dari 80 juta barel minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz meski konflik dengan Amerika Serikat kembali memanas.

Lembaga pemantau lalu lintas maritim Tanker Trackers mengungkapkan bahwa dalam 26 hari terakhir Iran telah mengirimkan lebih dari 80 juta barel minyak mentah beserta produk turunannya.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 15 Juli 2026, nilai pengiriman tersebut diperkirakan mencapai US$6 miliar atau sekitar Rp108 triliun dalam empat pekan terakhir. Selain itu, masih terdapat jutaan barel minyak yang belum diberangkatkan.

"Sekarang blokade Angkatan Laut AS diberlakukan kembali lebih dari sebulan lebih cepat dari jadwal, tampaknya sekitar 30 juta barel minyak mentah Iran masih belum berangkat," kata kelompok pemantau tersebut.

"Namun, ada juga lebih dari 60 juta barel kapasitas penyimpanan terapung yang tersedia di dalam perimeter blokade jika Iran terpaksa mengurangi produksi minyaknya." jealsnya.

Baca Juga: Iran Undang Prabowo Berkunjung ke Teheran

Di sisi lain, Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad menegaskan ekspor minyak negaranya akan tetap berjalan normal meskipun Amerika Serikat kembali memberlakukan sanksi terhadap penjualan minyak Iran.

Mohsen menyatakan Iran telah "lama membangun struktur yang diperlukan" untuk menghadapi dampak sanksi yang dijatuhkan Washington.

Ia juga menjelaskan bahwa "mekanisme ini" tidak dibongkar selama masa penangguhan sanksi selama 60 hari dan "tetap berlaku."

Sebelumnya, Departemen Keuangan Amerika Serikat sempat menyetujui penangguhan sanksi terhadap ekspor minyak Iran selama 60 hari sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Namun, pada 7 Juli, Washington kembali memberlakukan sanksi tersebut bersamaan dengan serangan militer AS terhadap Iran. Langkah itu disebut sebagai respons atas serangkaian serangan terhadap kapal-kapal komersial yang terjadi di sekitar Selat Hormuz.

x|close