Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang mempersiapkan proses rekrutmen guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusat yang akan ditempatkan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan rekrutmen tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para pelamar.
“Gurunya nanti PNS, kepala sekolahnya PNS. PNS pusat, tapi nanti proses seleksinya juga bertahap,” kata Abdul Mu'ti di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pelamar diwajibkan memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1). Namun, pelamar dengan latar belakang pendidikan S2 maupun S3 akan menjadi prioritas. Selain itu, calon guru juga diharapkan menguasai bahasa asing yang dibuktikan melalui sertifikat kemampuan bahasa berstandar, seperti TOEFL.
Baca Juga: Kemendikdasmen Buka SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi, Kuota Tahun Pertama 80 Murid
Kemendikdasmen juga memberikan nilai lebih bagi pelamar yang memiliki sertifikat pelatihan atau lokakarya di bidang pendidikan. Di samping itu, calon guru diharapkan menguasai teknologi pembelajaran, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kreatif, serta mampu mengelola kelas secara efektif.
Abdul Mu'ti menambahkan, peserta yang dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi wajib mengikuti pelatihan selama 2,5 bulan. Program tersebut terdiri atas lokakarya selama 1,5 bulan dan internship in class atau magang di kelas selama satu bulan.
Pada tahap lokakarya, para peserta akan memperoleh pelatihan tatap muka dengan materi yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Setelah itu, mereka diwajibkan menerapkan materi yang telah dipelajari melalui kegiatan mengajar di sister school dalam tahap internship in class, sekaligus mengikuti pengayaan secara berkala sebagai bagian dari evaluasi.
Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menegaskan bahwa guru Sekolah Nasional Terintegrasi akan berasal dari rekrutmen baru. Karena itu, proses pengisian kebutuhan guru dilakukan secara bertahap hingga seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) resmi dibuka.
Baca Juga: Mendikdasmen Ajak Pelajar NTB Bijak Bermedia Sosial demi Masa Depan Gemilang
“Rekrut baru, cuma untuk masa transisi kita penuhi gurunya sampai ada seleksi CPNS,” kata Nunuk.
(Sumber: Antara)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (kanan) (Antara)