Pramono: Inflasi Jakarta Terjaga 2,78 Persen, Lebih Rendah dari Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 12:11
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Youtube Pemprov DKI)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Ibu Kota tetap menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari tingkat inflasi Jakarta yang berhasil dijaga di angka 2,78 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen.

Selain inflasi yang terkendali, realisasi investasi di Jakarta juga mencatat pertumbuhan signifikan pada semester pertama 2026. Menurut Pramono, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi Jakarta terus meningkat.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan bahwa keberhasilan menjaga inflasi di bawah rata-rata nasional bukanlah hal yang mudah, mengingat Jakarta menjadi barometer perekonomian Indonesia.

Bahkan, tingkat inflasi Jakarta saat ini menjadi yang terendah di Pulau Jawa, sebuah pencapaian yang dinilai mencerminkan efektivitas pengendalian harga dan stabilitas ekonomi daerah.

"Berkaitan dengan inflasi. Inflasi Jakarta terjaga 2,78% atau lebih rendah dari inflasi nasional 3,34%. Dan seperti diketahui inflasi di Jakarta ini seperti yang disampaikan oleh Pak Iwan adalah inflasi yang terendah di Jawa. Kalau Jakarta bisa mempertahankan terendah di Jawa itu sebenarnya nggak gampang karena apapun barometernya adalah Jakarta," katanya dalam konferensi pers realisasi APBD triwulan II tahun anggaran 2026 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Di sektor investasi, Jakarta kembali mencatat kinerja yang menggembirakan. Realisasi investasi sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun, atau tumbuh 23,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jakarta Budget Talks Menavigasi APBD Jakarta di Balai Kota DKI, Rabu, 22 Juli 2026. <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Jakarta Budget Talks Menavigasi APBD Jakarta di Balai Kota DKI, Rabu, 22 Juli 2026. (Ntvnews.id/Adiansyah)

Nilai tersebut berasal dari penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp106 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp67,1 triliun. Secara keseluruhan, realisasi investasi Jakarta memberikan kontribusi sekitar 17,20 persen terhadap total investasi nasional.

Pramono menegaskan bahwa capaian tersebut semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional sekaligus destinasi investasi paling diminati di Indonesia. Menurutnya, tingginya nilai investasi mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim bisnis dan prospek pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota.

Untuk menjaga momentum positif tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus menghadirkan berbagai kebijakan yang memberikan kepastian hukum, kemudahan berusaha, dan dukungan kepada para investor.

"Kami memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi 251 perusahaan dalam menyelesaikan berbagai kendala dalam usaha dan investasi. Selain itu juga fasilitasi 13 potensi kerja sama investasi dengan calon investor yang besar-besar. Kami juga melakukan inisiasi diskusi dengan Danantara terkait investasi hijau sebagai bagian dari percepatan pengembangan pengelolaan sampah menjadi energi listrik," ungkapnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota yang ramah investasi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Sebagai upaya memperluas sumber pembiayaan pembangunan, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan penerbitan obligasi daerah pada tahun depan.

Pramono juga mengungkapkan, nilai obligasi yang direncanakan mencapai Rp3,5 triliun dengan tenor selama tujuh tahun.

"Pemerintah DKI Jakarta mudah-mudahan tahun depan, mudah-mudahan bulan Juni tahun depan kita akan menerbitkan obligasi daerah. Besarnya 3,5 triliun, tenornya 7 tahun. Mudah-mudahan ini juga menjadi momentum yang baik bagi creative financing yang ada di Jakarta untuk alternatif pembiayaan di Jakarta," tutup Pramono. 

x|close