Ntvnews.id, Bogor - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono setelah meninjau pelaksanaan Program MBG di SDN Bantarjati 09, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 24 Juli 2026.
Sudaryono mengatakan sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam memastikan program MBG berjalan optimal. Koordinasi dilakukan mulai dari penyediaan makanan hingga pemberian edukasi mengenai pentingnya gizi kepada peserta didik.
"Kami nanti akan membuka lebih jauh bagaimana keterlibatan dinas atau Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dinas pendidikan, dan seterusnya agar kita ini sinkron," katanya.
Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Prioritaskan Pembenahan Standar Bahan Baku Program MBG
Ia mengakui masih terdapat kendala komunikasi dalam pelaksanaan MBG di sejumlah daerah. Karena itu, BGN akan memperkuat kerja sama lintas sektor agar berbagai hambatan dapat segera diselesaikan.
Selain meningkatkan koordinasi, BGN juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG melalui inspeksi langsung ke dapur penyedia makanan. Evaluasi dilakukan terhadap kualitas menu, proses penyajian, kebersihan, hingga respons siswa terhadap makanan yang diberikan.
Sudaryono menyebut saat ini sekitar 27 ribu dapur MBG telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar dapur tersebut telah menjalankan program sesuai dengan standar yang ditetapkan.
"Kita sisir mana yang memang kurang, kita minta perbaiki segera. Kalau tidak bisa diperbaiki, kita tutup. Tapi di sisi lain kita juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan mitra, SPPG, relawan, pegawai dapur, dan pihak sekolah," katanya.
Baca Juga: Sudaryono Sebut Tata Kelola Program MBG Jadi PR Utama BGN
Sementara itu, Kepala SDN Bantarjati 09 Kota Bogor Sugiartini menyampaikan bahwa Program MBG mendapat respons positif dari para siswa. Ia menilai program tersebut turut mengubah kebiasaan makan anak, seperti membiasakan sarapan dan mengonsumsi sayuran.
"Anak-anak sangat antusias. Yang biasanya tidak sarapan sekarang menjadi sarapan, yang tadinya tidak suka sayur sekarang menjadi suka. Alhamdulillah hampir setiap anak makan MBG dan hampir semuanya habis," kata Sugiartini.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sidak ke SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 24 Juli 2026. (Antara)