Survei SMRC: 76,9 Persen Warga Sudah Mengenal Program KDMP

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 15:29
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Petugas merapikan tabung gas elpiji di gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Jumat, 18 Juli 2025. Petugas merapikan tabung gas elpiji di gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Jumat, 18 Juli 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tingkat pengenalan masyarakat terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus meningkat. Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan sebanyak 76,9 persen masyarakat mengaku mengetahui atau pernah mendengar program tersebut. Meski demikian, mayoritas warga yang telah mengenal KDMP masih meragukan prospek perkembangan program tersebut di daerahnya.

Temuan itu merupakan bagian dari survei nasional SMRC bertajuk "Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP" yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026. Survei bertujuan mengukur tingkat kesadaran publik terhadap dua program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Berdasarkan hasil survei, tingkat awareness masyarakat terhadap KDMP mengalami kenaikan signifikan dibandingkan survei-survei sebelumnya. Pada November 2025, hanya 51,5 persen responden yang mengetahui program tersebut. Angka itu meningkat menjadi 54,5 persen pada survei Februari–Maret 2026, kemudian melonjak menjadi 76,9 persen pada survei terbaru Juli 2026.

Sebaliknya, proporsi masyarakat yang belum mengetahui KDMP turun drastis menjadi 23,1 persen, dari sebelumnya 48,5 persen pada November 2025 dan 45,5 persen pada Februari–Maret 2026.

Baca Juga: KDMP Jadi Pusat Distribusi Bantuan dan Penyerap Hasil Panen, Pemerintah Pastikan Manfaatnya Kembali ke Desa

SMRC menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia kini telah mengenal program KDMP, menunjukkan penyebaran informasi mengenai program tersebut semakin luas.

Meski tingkat pengenalannya tinggi, optimisme masyarakat terhadap masa depan KDMP masih relatif rendah. Dari responden yang mengetahui program tersebut, hanya 2,4 persen yang mengaku sangat yakin dan 22,6 persen cukup yakin bahwa KDMP di desa atau kelurahan mereka akan berkembang atau maju.

Sebaliknya, sebanyak 38,9 persen responden menyatakan kurang yakin, sedangkan 22,2 persen mengaku sama sekali tidak yakin. Sementara itu, 13,9 persen responden tidak memberikan jawaban atau tidak tahu.

Dengan demikian, total responden yang optimistis terhadap keberhasilan KDMP mencapai sekitar 25 persen, sedangkan yang pesimistis mencapai 61,1 persen.

Survei ini menggunakan populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan melalui dua pendekatan.

Sebanyak 605 responden pemilik telepon seluler diwawancarai melalui metode double sampling menggunakan wawancara telepon. Sementara 144 responden yang tidak memiliki telepon seluler diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Total responden dalam survei mencapai 749 orang, dengan margin of error ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk memastikan hasil tetap merepresentasikan populasi nasional, SMRC melakukan validasi dan pembobotan berdasarkan karakteristik demografi seperti provinsi, jenis kelamin, wilayah desa-kota, usia, etnis, agama, dan pendidikan menggunakan data BPS dan DPT Pemilu 2024.

x|close