Korban Tewas Gempa Kumamoto Jepang Capai 17 Orang, Evakuasi Masih Berlangsung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 13:57
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Kumamoto di Jepang bagian selatan. Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa tersebut terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat di wilayah Uki dan Hikawa, Prefektur Kumamoto. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Kumamoto di Jepang bagian selatan. Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa tersebut terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat di wilayah Uki dan Hikawa, Prefektur Kumamoto. (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Proses pencarian dan penyelamatan korban akibat runtuhnya pusat perbelanjaan serta kerusakan pabrik kertas masih berlangsung pada Kamis, setelah wilayah Prefektur Kumamoto, Jepang bagian barat daya, diguncang gempa bermagnitudo 7,1 pada Selasa, 28 Juli 2026.

Otoritas setempat melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut telah mencapai 17 orang.

Dari jumlah itu, enam orang ditemukan dalam kondisi tidak merespons dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Lima korban meninggal berada di pusat perbelanjaan Aeon di Kashima yang mengalami ledakan setelah gempa terjadi.

Sementara itu, delapan korban lainnya berada di fasilitas pabrik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro. Sejumlah cerobong asap di pabrik tersebut mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa, berdasarkan informasi dari pemerintah prefektur.

Baca JugaPM Jepang: Korban Tewas Gempa Kumamoto Bertambah Jadi 13 Orang

Pada sektor transportasi, layanan Kyushu Shinkansen yang menghubungkan Stasiun Kumamoto dan Stasiun Kagoshima-chuo masih belum kembali beroperasi. Operator kereta masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kerusakan pada jalur tersebut.

Operator juga berharap layanan kereta cepat antara Stasiun Chikugo-Funagoya di Prefektur Fukuoka dan Stasiun Kumamoto dapat kembali berjalan pada Kamis.

Hingga Rabu malam, 29 Juli 2026, ribuan rumah warga masih terdampak pemadaman listrik dan mengalami keterbatasan pasokan air. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kebutuhan para pengungsi.

Pemerintah Prefektur Kumamoto mencatat hingga Kamis pagi lebih dari 10.000 warga masih berada di lokasi pengungsian. 

Baca JugaGempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, PM Takaichi: Bangunan Runtuh, Jalan hingga Jembatan Rusak

Gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama mengguncang wilayah Uki dan Hikawa pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 16.27 waktu setempat atau 14.27 WIB. Gempa tersebut tercatat mencapai level 7 pada skala intensitas gempa Jepang.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, pada tingkat guncangan tersebut masyarakat dapat mengalami kesulitan berdiri maupun bergerak tanpa bantuan, bahkan berisiko kehilangan keseimbangan akibat kuatnya getaran.

(Sumber: Antara)

x|close