Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa pasien BPJS Kesehatan yang menjadi perbincangan di media sosial harus menunggu hingga delapan jam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena membutuhkan ruang High Care Unit (HCU) yang ketersediaannya terbatas.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan di Jakarta, Jumat, RSCM merupakan rumah sakit rujukan nasional. Kondisi tersebut membuat tingkat keterisian rumah sakit sangat mungkin tinggi.
"Tapi apa harus menunggu delapan jam itu tergantung situasi, kalau kosong ya lebih cepat dari itu," katanya.
Azhar menjelaskan pasien BPJS Kesehatan yang telah meninggal dunia tersebut memiliki penyakit tertentu yang tidak dapat disebutkan serta disertai keganasan. Menurut dia, keluarga pasien juga telah memahami kondisi yang terjadi.
Baca Juga: Soal Sanksi Nakes Nyinyir ke Pasien BPJS, Begini Respons Menkes
Sebelumnya, pengalaman seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yusrizal mengenai lamanya menunggu ruang perawatan di RSCM menjadi perhatian setelah dibagikan melalui media sosial Threads. Dalam unggahannya, dia menyebut belum memperoleh ruangan meski telah menunggu selama delapan jam di rumah sakit.
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar negatif dari beberapa akun. Belakangan diketahui bahwa pemilik akun-akun tersebut berprofesi sebagai tenaga kesehatan (nakes), sehingga komentar mereka turut menjadi sorotan masyarakat.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menegaskan bahwa tenaga kesehatan yang bertugas sebagai pelayan masyarakat harus menunjukkan empati, terutama kepada pasien yang sedang menjalani perawatan.
"Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, enggak boleh ada yang nir-empati seperti itu," ujar Menkes Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Terpopuler: Sekjen Kemenbud Dituding Anggota Organisasi Terlarang HTI, Menkes Soal Pasien BPJS
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes Budi sebagai respons terhadap ramainya komentar sejumlah tenaga kesehatan terhadap unggahan pasien BPJS Kesehatan di media sosial.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya (kiri). (Antara)