Ntvnews.id, Tanjungpinang - BPJS Kesehatan Cabang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), memperkuat upaya pencegahan penyakit kronis, khususnya diabetes melitus dan hipertensi, pada masyarakat berusia 45 tahun ke bawah.
Langkah tersebut dilakukan karena kasus diabetes dan hipertensi mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Perubahan pola hidup di era modern menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kedua penyakit tersebut.
Kepala BPJS Kesehatan Tanjungpinang Nara Grace mengatakan masyarakat usia muda cenderung jarang memeriksakan kesehatan karena belum merasakan keluhan yang mengganggu aktivitas.
"Tantangan kita saat ini usia muda jarang datang ke fasilitas kesehatan, karena belum ada keluhan yang mengganggu aktivitas.Program pencegahan ini yang harus kita galakkan ke depan, sebab potensi diabetes maupun hipertensi bisa menjadi komplikasi semakin berat," kata Grace di Tanjungpinang, Senin, 10 Agustus 2026.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Sistem Rujukan Berjenjang untuk Atasi Antrean Pasien
Salah satu upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan Tanjungpinang ialah melalui program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) bagi peserta berusia di bawah 45 tahun. Program tersebut ditujukan untuk membantu kelompok usia produktif mengendalikan penyakit kronis, mencegah komplikasi, serta menjaga kualitas hidup.
Peserta Prolanis muda juga mengikuti senam sehat secara rutin setiap Jumat atau Sabtu di klinik maupun puskesmas.
Selain aktivitas fisik, peserta memperoleh penyuluhan kesehatan dari dokter, obat melalui program rujuk balik (PRB), serta pemeriksaan darah setiap enam bulan sekali di laboratorium tanpa harus mendatangi rumah sakit.
BPJS Kesehatan Tanjungpinang juga telah memperoleh data warga berusia 45 tahun ke bawah yang berpotensi mengalami diabetes dan hipertensi berdasarkan kunjungan mereka ke puskesmas.
Baca Juga: Kementerian HAM Tegaskan Layanan BPJS Kesehatan Harus Bebas Diskriminasi
"Kita ambil data itu lalu diberikan ke puskesmas terkait pasien di bawah 45 tahun yang berpotensi diabetes dan hipertensi untuk diberikan penyuluhan, pemeriksaan darah rutin hingga obat-obatan PRB," ujarnya.
Grace menjelaskan sejumlah tanda yang dapat muncul pada penderita diabetes usia muda. Gejalanya antara lain sering merasa gatal pada telapak tangan dan kaki, mudah mengantuk dan lemas, berat badan semakin menurun, serta lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
Sementara itu, hipertensi dapat ditandai dengan kondisi tubuh yang sering tegang dan pusing. Keluhan tersebut kerap dianggap biasa oleh masyarakat usia muda sehingga pemeriksaan kesehatan tidak segera dilakukan.
Menurut Grace, diabetes dan hipertensi juga dapat dipicu pola hidup yang kurang sehat. Faktor risikonya meliputi kurang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta stres pada usia muda.
"Sebenarnya, tak apa-apa kalau sudah terlanjur diabetes, asal makan obat rutin agar tetap stabil. Kalau tidak stabil, bisa berpotensi komplikasi jantung, paru-paru, ginjal sampai mata," ucap Grace.
Ia menambahkan pencegahan diabetes dan hipertensi perlu dilakukan sejak dini. Sebab, ketika kedua penyakit tersebut sudah menimbulkan komplikasi, beban penanganannya menjadi lebih besar, termasuk biaya yang ditanggung melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
(Sumber: Antara)
Warga membaca papan informasi alur pelayanan JKN di Kantor BPJS Kesehatan Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin, 10 Agustus 2026. (Antara)