Ntvnews.id, Washington DC - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan bantuan darurat sebesar 15,5 juta dolar AS atau sekitar Rp275,9 miliar untuk Kolombia setelah gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut pada Senin, 10 Agustus 2026. Gempa tersebut menewaskan sedikitnya 111 orang dan merusak ratusan bangunan.
“Setelah gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 yang terjadi hari ini di berbagai wilayah Kolombia, pemerintahan Trump berkomitmen memberikan dana sebesar 15,5 juta dolar AS untuk tempat penampungan darurat, makanan, perlindungan, dan penilaian kerusakan akibat gempa,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam unggahan di platform media sosial X.
“Kami bersatu dalam doa bersama rakyat Kolombia dan siap mendukung Presiden Abelardo de la Espriella serta pemerintahannya saat mereka menilai kebutuhan di lapangan,” tambah departemen tersebut.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott secara terpisah mengatakan pihaknya “secara aktif membantu” warga negara Amerika Serikat yang terdampak gempa.
Baca Juga: Penampakan Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 1.600 Bangunan Rusak dan 61 Runtuh Total
Dia juga mengimbau warga AS di Kolombia untuk menghubungi Kedutaan Besar AS di Bogota guna memperoleh bantuan konsuler.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut berpusat di dekat San Jose del Palmar, wilayah Choco, sekitar 400 kilometer atau 249 mil sebelah barat Bogota. Gempa terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer atau 66 mil.
Baca Juga: Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4
Otoritas Kolombia melaporkan sedikitnya 111 orang meninggal dunia dan 87 lainnya mengalami luka-luka. Sekitar 1.600 bangunan mengalami kerusakan, termasuk sedikitnya 61 bangunan yang runtuh.
(Sumber: Antara)
Seorang warga berjalan di dekat sejumlah kendaraan roda empat yang ringsek tertimpa bangunan roboh setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Kolombia, menewaskan setidaknya 18 orang dan menyebabkan kerusakan di Pereira, Kolombia, Senin, 10 Agustus 2026. (Antara)