Kantor Bupati dan DPRD Puncak Papua Dibakar Massa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 09:12
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kantor Bupati dan DPRD Puncak Papua Dibakar Kantor Bupati dan DPRD Puncak Papua Dibakar (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dibakar massa pada Selasa (11/8/2026) malam. Aksi tersebut terjadi saat proses penyaluran Dana Desa Tahap I Reguler tengah berlangsung.

Berdasarkan data awal Polres Puncak, fasilitas pemerintah yang dibakar meliputi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRD, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, serta Kantor Keuangan.

Kapolres Puncak AKBP Domingos De F Ximenes membenarkan peristiwa tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti pemicu aksi pembakaran.

"Kami masih dalami penyebab pastinya apa. Hanya saja, sebelum kejadian tengah berlangsung penyaluran Dana Desa Tahap I Reguler,” kata Domingos dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.40 WIT ketika massa mendatangi Kantor PMK. Bupati Puncak Elvis Tabuni sempat menemui massa di lokasi dan melakukan dialog.

Namun, situasi kemudian memanas. Sekitar pukul 18.45 WIT, massa membakar Kantor PMK setelah merasa tidak puas.

Baca Juga: Suriah Kecam Kolombia Akui Kedaulatan Israel

“Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK,” ungkap Domingos.

Api kemudian membesar dan menjalar ke sejumlah fasilitas pemerintah lainnya. Satu unit mobil milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati turut terbakar.

Untuk mencegah aksi meluas, kepolisian menyiagakan personel di sejumlah titik. Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran Polsek ditempatkan di perempatan alun-alun, tepatnya di depan Polsek Ilaga. Sementara personel Satgas Tindak ODC disiagakan di Kotis.

“Kami tetap melakukan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan kondisi tidak berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Domingos.

Polisi juga melakukan pendekatan persuasif dengan menemui sejumlah tokoh masyarakat. Setelah pengamanan dilakukan, massa secara bertahap meninggalkan lokasi.

“Saat ini massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif,” pungkas Domingos.

HIGHLIGHT

x|close