Ntvnews.id, Moskow - Iran menyampaikan sejumlah persyaratan kepada Amerika Serikat (AS) agar Selat Hormuz dapat kembali dibuka. Persyaratan tersebut disampaikan melalui mediator, termasuk tuntutan agar agresi dihentikan dan aset Iran yang dibekukan dikembalikan.
Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan tuntutan tersebut telah disampaikan kepada pihak AS pada Selasa, 11 Agustus 2026.
"Amerika harus mengakhiri perang, mengembalikan aset Iran yang dibekukan, dan perang di seluruh kawasan, termasuk Lebanon dan Gaza, harus berakhir. Syarat-syarat ini beserta ketentuan lainnya telah disampaikan kepada mereka melalui mediator," kata Rezaei, sebagaimana dikutip Press TV.
Sebelumnya, pada 18 Juni, Teheran dan Washington disebut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari.
Baca Juga: Parlemen Iran Siapkan UU Larang Kapal Negara Musuh Masuk Teluk Tanpa Izin
Namun, situasi kembali berubah setelah Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli menyatakan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati sudah tidak berlaku. Setelah itu, pasukan AS melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Timur Tengah.
Pada 12 Juli, Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Langkah tersebut disebut akan berlangsung hingga intervensi AS di kawasan berakhir, setelah konflik kembali diwarnai aksi saling serang.
Baca Juga: Ini Syarat-syarat Iran ke AS untuk Buka Kembali Selat Hormuz
Sehari setelah pengumuman tersebut, Trump menyatakan AS akan berperan sebagai "penjaga" Selat Hormuz. Ia juga mengatakan AS akan memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
(Sumber: Antara)
Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di wilayah utara Oman (Antara)