PVMBG: Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali pada 17 Agustus 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 17:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami erupsi sebanyak 20 kali pada Senin, 17 Agustus 2026. Hingga saat ini, status aktivitas gunung api tersebut masih bertahan pada Level III (Siaga).

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, menyampaikan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan secara visual maupun instrumental selama 24 jam penuh guna mengantisipasi perubahan dinamika vulkanik secara berkelanjutan.

“Hari ini tidak ada. Tanggal 17 Agustus 2026 kemarin terjadi erupsi sebanyak 20 kali. Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif, sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam,” kata dia, Selasa (18/8/2026).

Suwarno merincikan bahwa instrumen pemantau masih merekam rangkaian aktivitas kegempaan serta hembusan dari kawah. Rangkaian rekaman tersebut mengonfirmasi bahwa gejolak vulkanik di dalam tubuh gunung masih terus berlangsung.
 

Eskalasi aktivitas yang mulai meningkat sejak awal Juli lalu menjadi pertimbangan utama Badan Geologi untuk menaikkan tingkat ancaman dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga). Meski demikian, kondisi terkini dinilai masih berada dalam rentang yang dapat diantisipasi selama seluruh rekomendasi mitigasi dipatuhi.

Merujuk pada tingkat kerawanan tersebut, pihak otoritas memperingatkan masyarakat, nelayan, hingga wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di area bahaya demi mengantisipasi lontaran material vulkanik.

“Gunung Anak Krakatau masih dalam status level III, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah, Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

Para nelayan yang beroperasi di sekitar perairan Selat Sunda turut diimbau untuk rajin menyimak pembaruan informasi resmi mengenai cuaca dan kondisi gunung sebelum melaut. Warga juga diminta tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
 
 
(Sumber: Antara)
 
 

HIGHLIGHT

x|close