Khofifah Targetkan KRL Surabaya Aglomerasi Beroperasi Januari 2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 15:05
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membocorkan terkait pengembangan transportasi massal di wilayahnya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini tengah mematangkan rencana pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya (aglomerasi), yang ditargetkan mulai berjalan pada Januari 2027.

Khofifah menjelaskan bahwa proyek ambisius ini akan dikerjakan secara bertahap. Fokus awal pembangunan akan dimulai dari wilayah Kota Surabaya sebelum akhirnya menjangkau daerah penyangga dalam cakupan aglomerasi Surabaya atau Gerbangkertosusila.

"Ini prosesnya lama dan akan kita lakukan step by step. Kita mulai untuk wilayah Surabaya dulu, baru kemudian menyasar aglomerasi Surabaya. Harapannya begitu," ujar Khofifah di kawasan Jakarta Pusat, 19 Agustus 2026.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap asesmen mendalam. Khofifah menekankan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada hasil studi teknis serta ketersediaan anggaran. Jika seluruh proses berjalan lancar, Januari 2027 menjadi target realistis untuk operasional perdana.

"Kita menunggu hasil asesmennya yang sekarang sedang berjalan. Mudah-mudahan uangnya cukup, asesmennya deliver, dan bisa segera membantu penguatan transportasi publik di Jawa Timur, terutama di wilayah aglomerasi Surabaya. Insyaallah, Januari 2027," tambahnya.

Selain fokus pada jalur darat melalui kereta api, Khofifah juga memaparkan progres penguatan konektivitas laut, khususnya di jalur penyeberangan Ketapang (Banyuwangi) menuju Gilimanuk (Bali).

Pemerintah pusat dan daerah saat ini sedang mengonsolidasikan penambahan titik dermaga di kedua sisi. Namun, terdapat tantangan teknis di wilayah Gilimanuk karena adanya area yang merupakan tempat peribadatan. Hal ini mengharuskan adanya pergeseran titik pelabuhan.

"Di Gilimanuk ada daerah yang menjadi tempat peribadatan, sehingga titiknya harus bergeser. Konsekuensinya, butuh tambahan waktu sekitar 4 jam (penyesuaian rute/operasional) dari Ketapang, tetapi opsi-opsi itu sudah disiapkan," jelasnya.

Khofifah menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur di Jawa Timur dilakukan secara komprehensif di berbagai sektor. Menurutnya, pembenahan jalur laut dan pembangunan jalur kereta api harus berjalan beriringan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Jadi laut jalan, kereta juga jalan. Semuanya kita siapkan untuk penguatan konektivitas," pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close