Banjir Bandang Nepal, 289 Tewas, 558 Lainnya Belum Ditemukan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Agu 2026, 18:31
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang warga setempat mengendarai sepeda motor melintasi sisa-sisa jembatan yang hanyut akibat banjir di Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. Banjir besar yang berasal dari wilayah Tibet, Tiongkok, menerjang masuk ke Nepal, menyebabkan banjir luas serta kerusakan pada jalan, jembatan, rumah, dan infrastruktur lainnya. Seorang warga setempat mengendarai sepeda motor melintasi sisa-sisa jembatan yang hanyut akibat banjir di Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. Banjir besar yang berasal dari wilayah Tibet, Tiongkok, menerjang masuk ke Nepal, menyebabkan banjir luas serta kerusakan pada jalan, jembatan, rumah, dan infrastruktur lainnya. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang melanda Nepal dilaporkan terus bertambah tajam hingga mencapai 289 orang. Angka tersebut dikonfirmasi oleh kepolisian setempat sebagaimana dilaporkan media lokal Kathmandu Post, Kamis, 27 Agustus 2026.

Bencana banjir menerjang wilayah utara Nepal sejak Rabu, 26 Agustus 2026 pagi. Luapan arus air berkecepatan tinggi mengalir deras menuju aliran Sungai Bhotekoshi dari perbatasan wilayah China, memaksa otoritas Nepal menetapkan status siaga tinggi bagi warga yang tinggal di kawasan hilir.
 
Laporan awal di lapangan mengindikasikan bahwa banjir besar ini dipicu oleh aktivitas guncangan gempa bumi yang memicu tanah longsor di area hulu pegunungan.
 

Sementara itu dari sisi perbatasan China, media penyiaran resmi China Central Television (CCTV) melaporkan dampak bencana longsor lumpur yang terjadi di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal. Jumlah korban yang belum ditemukan di area tersebut melonjak menjadi 558 orang.

Laporan CCTV mencatat tiga orang dipastikan tewas dan 558 lainnya masih hilang, termasuk di antaranya 260 warga negara asing. Proses pendataan serta verifikasi identitas para korban hingga kini masih terus dilakukan oleh pihak berwenang lintas negara.

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close