NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung penataan pedagang di Pasar Ikan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 1 September 2026 malam.
Ia lantas mengatakan, tengah menyiapkan lokasi tambahan untuk menampung pedagang Pasar Kramat Jati yang belum mendapatkan tempat berjualan. Tambahnya, jumlah pedagang yang terdampak penataan mencapai sekitar 614 hingga 640.
"Pedagang yang ada di Kramat Jati ini kurang lebih ada 614 sampai dengan 640-an lah," katanya.
Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah titik untuk menampung para pedagang. Penempatan dilakukan dengan menyesuaikan jenis dagangan dan kapasitas lokasi yang tersedia.
Sebanyak 331 pedagang akan menempati Pasar Kramat Jati Sektor 7. Sementara itu, 193 pedagang ikan diarahkan ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati.
Selain pedagang ikan, terdapat 45 pedagang kue yang akan ditempatkan di Lokbin Cililitan. Kemudian, 45 pedagang lainnya akan diarahkan ke sejumlah pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Pramono Anung tinjau Penataan Pasar Kramat Jati (NTVNews.id/Adiansyah)
Meski sejumlah lokasi telah disiapkan, Pramono mengakui masih terdapat pedagang yang belum memperoleh tempat akibat keterbatasan kapasitas.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pramono mengatakan Pemprov DKI telah memiliki alternatif lokasi tambahan yang berada tidak jauh dari kawasan Kramat Jati. Ia bahkan telah menyampaikan opsi tersebut kepada perwakilan pedagang untuk segera dipersiapkan.
"Ada alternatif tempat yang saya sudah bisa dan sudah saya sampaikan kepada Pak Muhtarom untuk digunakan tempat itu. Mudah-mudahan itu bisa dipersiapkan dalam waktu yang singkat," katanya.
Menurutnya, apabila lokasi tambahan tersebut dapat segera digunakan, persoalan pedagang yang belum mendapatkan tempat berjualan bisa dituntaskan.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menanyakan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan lokasi tambahan.
Perwakilan pedagang, Muhtarom, sempat menyebut persiapannya membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Namun, Pramono meminta agar proses tersebut dapat dipercepat. Setelah dibahas, Muhtarom menyampaikan lokasi tambahan tersebut kemungkinan bisa disiapkan dalam waktu sekitar tiga minggu.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)