Ntvnews.id, Jakarta - Mabes TNI menyatakan akan melakukan evaluasi apabila ditemukan adanya pelanggaran terkait seorang prajurit TNI AL yang diduga hadir dalam acara kontes transgender Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand.
Dalam acara itu terlihat anggota DPD RI asal Bali, Arya Vedakarna dan ajudannya, yang merupakan anggota TNI. Video kehadiran keduanya pun beredar di media sosial.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan setiap penugasan personel TNI memiliki dasar, mekanisme, dan ketentuan yang harus dipatuhi.
"Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yang di luar itu tentu akan dievaluasi," kata Nas di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Nas saat dimintai keterangan mengenai video viral yang memperlihatkan seorang pria diduga prajurit TNI AL menghadiri sebuah acara di Thailand.
Saat ini, TNI masih melakukan penelusuran untuk memastikan identitas pria dalam video tersebut serta status penugasannya. Nas belum menjelaskan secara rinci perkembangan dari proses penelusuran tersebut.
View this post on Instagram
Baca Juga: Mantan Jenderal Israel Sebut Kekerasan Pemukim di Tepi Barat sebagai Pembersihan Etnis
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria mengenakan pakaian berwarna biru yang diduga seragam TNI AL berada di sebuah acara.
Berdasarkan keterangan yang menyertai unggahan video di sejumlah akun Instagram, acara tersebut disebut sebagai kontes kecantikan transgender yang digelar di Thailand.
Pria yang diduga mengenakan seragam TNI AL itu terlihat menuntun seorang pria menuju panggung. Orang tersebut mengenakan jas berwarna hitam dan kain di bagian bawahnya.
Dalam keterangan unggahan tersebut, pria yang dituntun ke atas panggung itu disebut sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Arya Wedakarna.
Baca juga: Survei Poltracking: TNI Jadi Institusi Paling Dipercaya Publik
TNI menegaskan akan mengevaluasi peristiwa tersebut apabila hasil penelusuran menemukan adanya tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Kapuspen Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Antara)