A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Cek Fakta: Video KDM Minta Maaf kepada Prabowo karena ke NTT Lebih Dulu - Ntvnews.id

Cek Fakta: Video KDM Minta Maaf kepada Prabowo karena ke NTT Lebih Dulu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Sep 2026, 18:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. (ANTARA/Ricky Prayoga) Arsip - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. (ANTARA/Ricky Prayoga) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Video yang diklaim memperlihatkan Dedi Mulyadi atau KDM meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto karena lebih dahulu berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) beredar di Facebook.

Unggahan tersebut terdiri atas dua video. Pada bagian atas, terlihat Dedi Mulyadi menyampaikan pernyataan yang ditujukan kepada Presiden Prabowo, Kapolri, Kapolda, dan Direskrimum.

Dalam video itu, KDM mengatakan:

“Pak Presiden, Pak Kapolri, Pak Kapolda, Pak Direskrimum, saya tidak bermaksud untuk memperkeruh suasana, saya tidak bermaksud melakukan apapun kecuali ini adalah panggilan jiwa saya. Saya melihat orang-orang kecil menjerit dan menangis bingung apa yang harus mereka lakukan. Semoga ini jalan bagi kita untuk membuka kebenaran. Saya yakin tangisan ini bukan kebohongan. Saya yakin tangisan ini bukan rekayasa bukan akting ini adalah yang sebenarnya mohon.”

Video tersebut kemudian disertai narasi dari pengunggah:

“Kasian sekali bapak KDM sampai meneteskan Air mata,minta maaf kepada Presiden karena telah mendahuluinya pergi ke NTT...Padahal inilah murni pangilan hati nurani ..Sabar ya Pak”

Narasi tersebut seolah mengaitkan pernyataan KDM dengan kunjungannya ke NTT yang dilakukan sebelum kedatangan Presiden Prabowo.

Namun, apakah benar video tersebut merupakan rekaman saat KDM meminta maaf kepada Prabowo karena pergi ke NTT terlebih dahulu?

Unggahan video yang dinarasikan KDM minta maaf ke Prabowo karena ke NTT mendahului presiden. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman lama dari 2024 yang berkaitan dengan kasus Vina Cirebon, bukan kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT. (Facebook) <b>(Antara)</b> Unggahan video yang dinarasikan KDM minta maaf ke Prabowo karena ke NTT mendahului presiden. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman lama dari 2024 yang berkaitan dengan kasus Vina Cirebon, bukan kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT. (Facebook) (Antara)

Penjelasan:

Hasil penelusuran menunjukkan video yang beredar tidak berkaitan dengan kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT. Rekaman tersebut ternyata merupakan video lama yang diunggah pada 2024 dan membahas kasus Vina Cirebon.

Video dengan rekaman yang sama ditemukan di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL dengan judul “TANGIS TEGUH TAK TERBENDUNG | MENYESAL PERNAH BERBOHONG SAAT DIPER1KSA”. Video tersebut diunggah pada 10 Juni 2024.

Dalam rekaman aslinya, Dedi Mulyadi menghadirkan seorang saksi bernama Teguh untuk membicarakan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita atau Vina Cirebon yang terjadi pada 27 Agustus 2016.

Teguh tampak menangis ketika mengungkapkan penyesalannya lantaran pernah memberikan kesaksian yang tidak benar ketika menjalani pemeriksaan oleh polisi.

Dedi Mulyadi juga ikut menangis setelah mendengar pengakuan Teguh. Ia merasa prihatin karena kesaksian tersebut berpengaruh terhadap sejumlah orang yang kemudian menjalani hukuman dalam perkara tersebut.

Dengan demikian, isi video aslinya tidak berkaitan dengan Presiden Prabowo maupun kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT. Tidak terdapat konteks yang menunjukkan KDM sedang meminta maaf karena mendahului kunjungan Presiden.

Dedi Mulyadi melalui akun Instagram resminya juga telah menyampaikan bahwa video tersebut tidak berhubungan dengan kunjungannya ke NTT.

Sementara itu, Dedi Mulyadi memang melakukan kunjungan ke NTT pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan senilai Rp4 miliar yang berasal dari berbagai elemen di Jawa Barat untuk membantu memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di NTT.

Artinya, video tahun 2024 mengenai kasus Vina Cirebon kemudian digunakan kembali dengan narasi yang berbeda dan dikaitkan dengan kegiatan Dedi Mulyadi di NTT pada 2026.

Kesimpulan:

Klaim bahwa video tersebut memperlihatkan Dedi Mulyadi meminta maaf kepada Presiden Prabowo karena pergi ke NTT sebelum Presiden adalah tidak benar. Video itu merupakan rekaman lama yang membahas kasus Vina Cirebon pada 2024 dan tidak berkaitan dengan kunjungan KDM ke NTT pada 2026.

Klaim: Video KDM minta maaf ke Prabowo karena ke NTT mendahului presiden

Rating: Hoaks

(Sumber: Antara)

x|close