Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut terdapat indikasi bahwa musuh-musuh Israel berencana melancarkan serangan menjelang pemilu legislatif yang akan digelar Oktober mendatang. Ia juga memperingatkan pihak-pihak tersebut agar tidak melakukan tindakan terhadap Israel.
"Kita memiliki indikasi bahwa menjelang pemilu, musuh-musuh kita akan berusaha menyerang kita," kata Netanyahu saat berbicara di sebuah pangkalan angkatan udara Israel. Pernyataan itu disampaikan dalam video yang dirilis kantor PM Israel dan dilansir dari AFP, Kamis, 1 Oktober 2026.
Netanyahu kemudian menyampaikan peringatan langsung kepada pihak yang disebut sebagai musuh Israel.
"Jadi... saya sampaikan pesan ini kepada Anda: Jangan macam-macam dengan kami, baik sekarang maupun kapan pun. Jangkauan kami yang panjang bisa mencapai Anda di mana saja dan kapan saja," ujar Netanyahu.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari kubu oposisi Israel. Pemimpin oposisi Yair Lapid mengaku telah menghubungi kantor Netanyahu untuk meminta "pembaruan keamanan yang mendesak".
"Saya ingin mengetahui apakah ancaman tersebut nyata, dan jika iya, bagaimana Perdana Menteri bersiap kali ini untuk memastikan pemilu berlangsung tanpa gangguan," kata Lapid dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X.
Kantor Netanyahu kemudian merespons pernyataan Lapid tersebut. Mereka menyebut Netanyahu telah menginstruksikan sekretaris militernya untuk memberikan informasi terkini kepada pemimpin oposisi hari ini mengenai perkembangan terbaru.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA, Ada Apa?
Tidak lama setelah Netanyahu menyampaikan peringatan tersebut, Menteri Pertahanan Israel Katz juga mengeluarkan ancaman terhadap para pemimpin Hamas yang berada di luar Jalur Gaza. Pernyataan itu muncul setelah militer Israel mengumumkan tewasnya seorang komandan Hamas dalam serangan di Gaza bagian utara pada malam sebelumnya.
"Para pemimpin Hamas di luar negeri juga menjadi target. Tidak satu pun dari para pembunuh keji ini, yang berperan sentral dalam pembantaian 7 Oktober, boleh mati dengan tenang di tempat tidur mereka," kata Katz dalam pernyataan melalui video.
Katz kembali memberikan peringatan terhadap para pemimpin Hamas tersebut.
"Dulu, mereka lolos akibat suatu insiden yang tidak berjalan sesuai rencana, namun kesempatan berikutnya pasti akan tiba, dan mereka pun akan dikirimkan ke dasar neraka," tegasnya.
Pernyataan itu diduga mengarah pada serangan udara Israel terhadap pertemuan petinggi Hamas di Qatar pada September 2025.
Dalam beberapa pekan terakhir, Netanyahu dan Katz diketahui berulang kali menyampaikan peringatan kepada Iran, kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon, serta Otoritas Palestina di Tepi Barat. Keduanya juga menyatakan akan melakukan pembalasan apabila terjadi serangan terhadap Israel.
Pemilu legislatif Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Dalam pemilu tersebut, Netanyahu menghadapi persaingan untuk kembali memimpin pemerintahan Israel.
Bendera Israel/ist