Badan Geologi: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Sep 2026, 16:20
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria (Badan Geologi)

NTVNews.id , Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, abu vulkanik dari letusan gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer hingga ke lima provinsi.

Kelima wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik tersebut meliputi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan informasi mengenai pergerakan abu vulkanik diperoleh dari sejumlah sumber pemantauan aktivitas gunung api dan kondisi atmosfer.

“Berdasarkan gabungan informasi erupsi dan aktivitas vulkanik dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia, informasi VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, abu vulkanik Gunung api Anak Krakatau terpantau tersebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Lampung, dan Bengkulu,” katanya dalam konferensi pers yang diadakan secara berani, Minggu, 6 September 2026.

Lana menjelaskan, arah dan jangkauan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak bersifat tetap. Pergerakannya sangat dipengaruhi oleh kondisi angin, terutama arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan atmosfer ketinggian.

Gunung Anak Krakatau melontarkan lava fountain atau lava air mancur Jumat, 4 September 2026, malam pukul 23.24 WIB <b>(Antara)</b> Gunung Anak Krakatau melontarkan lava fountain atau lava air mancur Jumat, 4 September 2026, malam pukul 23.24 WIB (Antara)

Selain faktor angin, luas wilayah yang terkena dampak juga bergantung pada karakteristik letusan. Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain tinggi kolom letusan, durasi letusan, serta jumlah material vulkanik yang dikeluarkan.

Karena kondisi tersebut dapat berubah dengan cepat, peta atau perkiraan sebaran abu vulkanik juga perlu terus diperbarui berdasarkan perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer terbaru.

"Arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu yang relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini," katanya.

Badan Geologi mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.

x|close