Airlangga Sebut Pelemahan Nilai Rupiah Merupkan Dinamika Pasar dan Masih Batas Wajar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2025, 16:09
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Airlangga Hartarto Airlangga Hartarto

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan nilai rupiah dalam beberapa hari terakhir merupakan bagian dari dinamika pasar dan masih berada dalam batas yang wajar.

"Ya kan ini harian kan, nanti kita lihat. Fundamental ekonomi kita kuat, pasar juga sudah rebound kemarin. Ekspektasi mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Bank Mandiri dan Bank BRI juga baik outcomenya," ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2025.

Menanggapi penyebab pelemahan rupiah, Airlangga menjelaskan bahwa faktor eksternal masih berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ini Respons Airlangga dan Sri Mulyani

"Ya kan kita sudah melihat, tentu masih ada beberapa faktor sentimental luar," katanya lagi.

Ketika ditanya apakah situasi ini akan menjadi pembahasan dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, ia menegaskan bahwa fluktuasi rupiah adalah hal yang lumrah dalam ekonomi.

"Kalau rupiah kan naik-turun," ujarnya.

Meskipun rupiah sempat mengalami pelemahan yang cukup signifikan, Airlangga tetap optimistis terhadap pemulihan pasar keuangan.

"Kan naik lagi, rebound lagi," katanya.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Merosot ke Level Rp16.610 per dolar AS

Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan penurunan kembali, ia menekankan bahwa pergerakan nilai tukar memang bersifat dinamis.

"Nanti rebound lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi ekonomi dan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah perubahan pasar global.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa nilai tukar rupiah berada di angka Rp16.611 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Selasa, 25 Maret 2025 sore. Angka ini menjadi yang terendah sepanjang 2025, dipengaruhi oleh ketidakpastian global yang masih tinggi.

x|close