Alasan Pramono Tak Akan Gelar Operasi Yustisi Bagi Pendatang Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2025, 19:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Peserta mudik gratis di Monas Jakarta, Kamis, 27 Maret 2025 Peserta mudik gratis di Monas Jakarta, Kamis, 27 Maret 2025 (Ntvnews.id/ Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa Pemrov DKI tidak akan menggelar operasi yustisi bagi pendatang baru di Jakarta pasca lebaran 2025.

Alasan Pramono enggan menerapkan kebijakan itu dikarenakan, Jakarta merupakan kota terbuka yang siapa saja bisa datang dan mengadu nasib.

Baca Juga: Pramono Anung: Yang Ingin Mengadu Nasib di Jakarta, Harus Punya Kemampuan

"Jakarta sebagai kota terbuka, Jakarta tidak akan pernah menutup bagi siapa pun yang ingin memperbaiki nasibnya," ucap Pramono di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis, 27 Maret 2025.

Pramono Anung <b>(Ntvnews.id/ Adiansyah)</b> Pramono Anung (Ntvnews.id/ Adiansyah)

"Karena kami di sini dulu pernah bermimpi memperbaiki nasib keluarga kami di Jakarta, sehingga dengan demikian kami melakukan hal yang sama," sambungnya.

Baca Juga: Pramono Tak Akan Gelar Operasi Yustisi Bagi Pendatang Baru di Jakarta

Namun, Pramono mengatakan bahwa ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), supaya mengecek data kependudukan para pendatang baru.

"Tetapi kami akan melakukan pengecekan hal yang berkaitan dengan kependudukan. dan itu akan dilakukan oleh Dukcapil sebagai syarat dari administrasi kependudukan yang ada dan ketertiban siapa pun yang datang di Jakarta. Itulah beberapa hal yang kami sampaikan," imbuh Pramono Anung.

x|close